Hujan Disertai Angin, Tembok Stadion Blitar Roboh Timpa 2 Pekerja

Tembok Stadion Supriyadi Kota Blitar yang sedang dibangun roboh. Nahas, dua pekerja yang tengah bekerja tertimpa reruntuhan, dan mengalami luka.

Korban adalah Kholil (53) warga Dusun Tawang, Desa Sawentar, Kanigoro, Kabupaten Blitar, dan Rezza (19) warga Dusun Tingal, Garum, Kabupaten Blitar.

Kholil mengalami luka ringan pada lutut kaki sebelah kiri dan jempol tangan sebelah kiri, sedangkan Rezza mengalami luka pada jari kaki sebelah kiri mendapat 7 jahitan.

“Kejadian tembok roboh sekitar pukul 15.00 wib, menimpa dua pekerja. Mereka mengalami luka ringan dan sekarang telah dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo,” kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono di lokasi kejadian, Kamis (30/11/2017).

Menurut keterangan beberapa saksi mata, lanjut dia, tembok atas stadion sebelah tengah roboh terlebih dahulu. Lalu merembet ke arah barat dan timur.

“Panjang tembok yang roboh sekitar 60 meter di atas ketinggian sekitar 5 meter. Namun hanya bagian atas saja,sekitar tinggi 2 meter yang roboh,” jelasnya.

Saat kecelakaan terjadi, kata Heri, tiga pekerja bangunan sedang melaksanakan pekerjaan plester bagian luar tembok.

“Hujan angin disitu dan tibatiba tembok yang diplester roboh, mengakibatkan dua pekerja terluka. Sedangkan satu pekerja lainnya sempat menghindar,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, tembok itu merupakan bangunan tribun baru. Proses pembangunan baru dilaksanakan di sisi sebelah selatan stadion.

Proyek dikerjakan oleh PT Karya Makmur dengan no kontrak : 600.DAU/525/410.102/2017. Jangka waktu penyelesaian proyek tersebut selama 180 hari kalender. Pendanaan proyek diambil dari dana APBD 2017 sebesar Rp 1.833.422.000.

Untuk proses penyelidikan penyebab robohnya tembok, polisi telah memasang garis pengaman. Sementara beberapa saksi telah dimintai keterangan.

“Selama proses penyelidikan, pembangunan kami hentikan sampai tahapan penyelidikan yang kami lakukan selesai,” pungkas Heri.

Related Post