Hujan dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Banjarnegara

Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih terus terjadi di wilayah Banjarnegara hingga awal tahun 2018 mendatang. Puncaknya diprediksi terjadi pada akhir Desember 2017 hingga awal Januari 2018 mendatang. Warga dimbau waspada bila terjadi hujan lebih lebih dari 30 menit.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisuka (BMKG) Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan, intensitas hujan disertai petir masih terus terjadi. Sedangkan untuk puncak musim hujan diprediksi akhir bulan depan.

“Setelah bulan Januari 2018 diprediksi masih terjadi hujan meski intensitas sudah mulai menurun,” terangnya, Senin (13/11/2017).

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. Terutama jika terjadi antara 30 menit hingga 1 jam. Sebab, hujan lebat dengan durasi lama dapat memicu terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang.

“Apalagi jika melihat kondisi geografis Banjarnegara yang beberapa wilayah termasuk rawan tanah longsor atau rawan bencana,” ujar dia.

Namun demikian, Setyoajie mengingatkan agar masyarakat untuk tidak panik dan terpancing dengan isuisu yang tidak jelas. Ia mengimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara. Pihaknya juga akan terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya.

“Nanti secara berkala untuk update prediksi cuaca terutama jika ada prediksi terjadi cuaca ektrim,” tuturnya.

BMKG Banjarnegara
Untuk meminimalisir terjadi pohon tumbang akibat angin kencang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara mulai memangkas beberapa pohon besar yang ada di perkotaan. Pohon yang rimbun itu dikhawatirkan akan tumbang atau patah jika tidak dipangkas. Mengingat intensitas hujan di Banjarnegara masih tinggi.

“Hampir semua pohon besar di tepi jalan memang sudah layak dipangkas karena sudah terlalu rimbun,” kata Kepala DPUPR Banjarnegara, Tatag Rochyadi.

Sementara itu Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengimbau kepada warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon. Mengingat hujan lebat dan angin kencang masih bisa terjadi.

“Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup saat ini lebih untuk intens melakukan pengecekan pohonpohon besar di pinggir jalan yang sudah rimbun untuk dipangkas. Jangan lagi ada korban jiwa karena tertimpa pohon,” kata Budhi.