Hilang Saat Mendaki, Pasangan Kekasih AS Ditemukan Tewas Berpelukan

Pasangan kekasih asal California, Amerika Serikat (AS), dilaporkan hilang di Taman Nasional Joshua Tree sejak tiga bulan lalu. Keduanya ditemukan pekan lalu dalam keadaan telah tak bernyawa.

Seperti dilansir CNN, Senin (23/10/2017), Rachel Nguyen dan Joseph Orbeso, yang samasama berusia 20 tahun ini dilaporkan hilang sejak 28 Juli lalu. Pemilik penginapan di area taman nasional tersebut, yang menjadi tempat menginap pasangan ini, melaporkan keduanya belum checkout setelah pergi mendaki di Taman Nasional Joshua Tree, taman nasional yang dipenuhi bebatuan dan gurun di California.

Jenazah keduanya ditemukan pekan lalu di salah satu area terpencil taman nasional tersebut. Keduanya ditemukan tewas dalam keadaan berpelukan, namun dengan luka tembakan di tubuh keduanya. Kepolisian telah mengidentifikasi jenazah keduanya.

“Berdasarkan buktibukti yang ditemukan di lokasi, detektif meyakini Orbeso menembak Nguyen, kemudian menembak dirinya sendiri,” tutur kantor Sheriff San Bernardino dalam pernyataannya. Sebuah pistol ditemukan di dekat jenazah keduanya. Otoritas setempat menyebut, pistol itu terdaftar atas nama Orbeso.

Dilaporkan media lokal KABC, afiliasi CNN, bahwa botol minuman dan bungkus makanan membawa tim penyelamat kepada temuan jenazah keduanya. Juru bicara Kantor Sheriff San Bernardino, Cindy Bachman, menyebut pasangan ini diyakini beranggapan tidak ada jalan keluar setelah menyadari mereka tersesat di dalam hutan belantara.

“Mereka (polisired) tidak memiliki bukti apapun untuk membuktikan Joseph berniat membahayakan Rachel (Nguyen) mereka mungkin mendapati diri mereka berada di situasi yang sangat menakutkan,” ucap Bachman.

Penyidik kepolisian mendapati pasangan ini menggunakan pakaian untuk menutup sebagian tubuh mereka dari matahari. Diyakini juga keduanya bertahan hidup dengan berbagi makanan. Namun keduanya diketahui tidak memiliki persediaan air minum.

Upaya pencarian pasangan ini melibatkan lebih dari 250 personel, termasuk tim anjing pelacak dan helikopter. Proses pencarian diwarnai insiden dengan 10 personel mengalami lukaluka dan beberapa mengalami dehidrasi di bawah suhu udara mencapai 37 derajat Celcius.

Ayah Orbesso, Gilbert, ikut serta dalam upaya pencarian. Saat menyadari putranya dan kekasihnya tewas mengenaskan, dia meyakini situasi ini dipicu oleh rasa putus asa. “Joseph adalah pelindung, juga baik hati dan perhatian. Kita tidak bisa menghakimi hingga Anda mendapatkan lebih banyak fakta,” ucap sang ayah.