Hidup Serba Kekurangan, Hotima Butuh Bantuan Kaki Palsu

Dilahirkan tidak memiliki kaki kanan tidak membuat Hotima minder. Perempuan berusia 41 tahun warga Probolinggo, itu tetap melakukan aktivitas, meski menunggu warga yang membutuhkan tenaganya.

Karena menunggu warga mempekerjakannya, Hotima tidak selalu bisa makan setiap hari. Yah, sehari-hari warga Dusun Sumurtantoh, Desa Sumbercenteng, Kecamatan Kotaanyar, ini hidup serba kekurangan. Dia baru membeli beras untuk kebutuhan hidupnya dia masih menunggu hasil upah kerja dari tetangganya.

Hotima hidup sendiri karena orang tuanya, Ali dan Yatim sudah meninggal dunia sejak usia 10 tahun. Perempuan yang tinggal di sebuah rumah berukuran 5×2 meter dengan dinding bambu dan berlantai tanah, jauh dari kata nyaman. Genting dan dindingnya banyak yang berlubang.
Namun perempuan yang lahir 1976 silam tetap bersyukur, meski hidupnya susah dan sebatangkara.

“Memang kondisi saya seperti ini. Apalagi kaki kanan saya tidak ada sejak bawahan lahir,” kata Hotima saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (26/1/2018).

Selama ini, Hotima hanya mengandalkan tenaganya untuk mendapatkan uang. Kadang sebagai buruh tani atau menyetrika, mencuci, sesuai permintaan warga. Kadang dalam 1 minggu, dirinya hanya bekerja 2-3 kali saja.

“Jadi lebih banyak ngangurnya dari pada bekerjanya,” terangnya saat ditemani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *