Harta Pangeran Alwaleed Berkurang Rp 37 T Setelah Terciduk KPK

Kekayaan Pangeran Alwaleed bin Talal berkurang US$ US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 37,8 triliun pasca diciduk Komite Anti Korupsi Arab Saudi. Kok bisa?

Merosotnya kekayaan Alwaleed ini garagara harga saham Kingdom Holding terusterusan melemah di pasar saham Tadawul. Sahamnya yang mewakili setengah kekayaan Alwaleed ini sudah merosot 21% sejak penangkapan dilakukan pekan lalu.

Keponakan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, itu menguasai 95% saham Kingdom Holding, sementara 5% sisanya dijual ke masyarakat.

Akibat harga saham yang merosot itu, Alwaleed sudah kehilangan US$ 855 juta (Rp 11,5 triiun) dalam hitungan hari. Secara total, Alwaleed kehilangan harta hingga US$ 2,8 miliar.

Menurut Forbes, Rabu (8/11/2017), kini sepupu Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, itu hartanya US$ 15,9 miliar atau sekitar Rp 214,6 triliun.

Pekan lalu Alwaleed masih berada di peringkat 64 orang terkaya dunia, sekarang posisinya bergeser menjadi 83 orang terkaya dunia.

Sang pangeran juga cukup dermawan dan pernah berkomitmen menyumbangkan banyak uangnya. Investasinya pun menyebar ke berbagai perusahaan terkemuka dunia, seperti Citigroup, Apple, AOL, Four Season, Motorola, Twitter, Lyft, dan banyak lagi.

Alwaleed mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, baru melanjutkan bisnisnya pada akhir 1970an pada bidang konstruksi dan properti. Bisnisnya berjalan moncer seiring periode booming harga minyak.

Setelah booming harga minyak mereda, Alwaleed pun mengubah arah bisnisnya ke sektor perbankan. Ini dimulai dari membeli United Saudi Commercial Bank. Kemudian bisnisnya pun semakin menggurita.

Warga Arab Saudi sendiri tidak percaya penangkapan yang dilakukan KPK Saudi itu atas dasar pemberantasan korupsi. Apalagi dengan sosok Alwaleed yang selama ini namanya tidak pernah tersandung kasus.

Bahkan lebih banyak lagi warga Saudi yang percaya pencidukan para pangeran itu lebih kepada penyalahgunaan kekuasaan sang putera mahkota demi mengamankan posisi sebelum ia naik takhta.