Hari ini Anies akan Temui Muhammadiyah dan Warga Yogya

Yogyakarta Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan hari ini akan menghadiri beberapa pertemuan dengan tokoh masyarakat dan Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (19/7/2017). Sebelumnya pada Selasa (18/7/2017) Anies bertemu dengan Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, pukul 20.30 WIB.

“Hari ini ada beberapa pertemuan yang akan dihadiri Anies selama di Yogyakarta. Salah satunya dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor Jl Cik Di Tiro,” kata Ketua Panitia, Chamim Zakrsai Putro.

Menurutnya Anies akan hadir dalam acara panen raya padi dan ikan serta dialog kerakyatan di Pasar Ikan Kwarasan, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman 07.0008.30 WIB. Setelah itu akan menuju kantor PP Muhammadiyah di Jl Cik Ditiro Yogyakarta.

Setelah dari PP Muhammadiyah lanjut dia akan menghadiri acara syawalan Kahmi di rumah Dinas Walikota Yogyakarta di Timoho. Selanjutnya melakukan kunjungan silaturahmi di Bantaran Sungai Winongo, Kecamatan Ngampilan dan dilanjutkan kunjungan ke desa wisata museum tani Jawa di Kebonagung, Imogiri, Bantul

“Malam hari menghadiri acara syawalan bersama warga Yogyakarta di Balai Pamungkas, Kotabaru dan syawalan Majelis Pemberdayaan Muhammadiyah (MPM) dan pamitan haji di Masjid Sulthoni, Nitikan Umbulharjo Yogyakarta,” pungkas dia.

Sementara itu dalam pertemuan tertutup dengan Sultan, ada beberapa hal yang dibicarakan antara lain mengenai partisipasi warga, pengelolaan keuangan, pengaturan hubungan pusat dan daerah, dan masalahmasalah tata kelola pemerintahan.

“Salah satu kesamaan Yogya dengan Jakarta adalah banyak orang yang datang. Bedanya orang yang datang ke Yogya untuk belajar, kalau di Jakarta orang datang untuk bekerja. Tetapi Kebhinekaannya sama,” kata Anies Baswedan usai bertemu dengan Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta.

Anies mengatakan, dalam diskusi itu bagaimana kepala daerah memandang semua itu sebagai saudara sebangsa, bukan orang lain. Hal ini menjadi contoh bagaimana kepala daerah bisa mengayomi semuanya.