Gubernur Bali Yakin Erupsi Gunung Agung Tak Ganggu Pariwisata

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meyakini pariwisata di Pulau Dewata tidak akan terganggu meski bencana erupsi Gunung Agung terjadi. Maksimal dampak dari erupsi Gunung Agung di luar debu vulkanik hanya sekitar 12 km.

“Jadi jangan dipikirkan ini dahsyat betul sehingga menjadi semacam ancaman bagi pariwisata dan kehidupan masyarakat Bali,” kata Made usai rapat terbatas mengenai antisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung dan laporan perkembangan Gunung Sinabung di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Made mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pengungsi mencapai sekitar 122.000 orang yang tersebar di semua kabupaten/kota. Dia menjamin penanganan mitigasi risiko bencana sudah dilakukan dengan baik. Namun, masih perlu ditingkatkan lagi terkait dengan kesehatan untuk anakanak balita.

“Itu juga sudah mulai ditangani Menteri Kesehatan jadi datang ke Bali, Bu Menteri Sosial semua menteri terkait sudah terlibat, dan oleh karena itu saya optimis walaupun suatu yang terburuk letusan terjadi, saya kira dampaknya akan sangat minimal,” jelas dia.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menggunakan satelit khusus untuk mengamati kawah Gunung Agung. Citra terakhir pada 27 September 2017 menunjukkan adanya retakan dan hotspot yang cukup lebar.

“Di sisi timur ada citra panas, bahkan di tengah kawah sudah muncul retakan baru berukuran sekira 6080 meter. Kalau hotspotnya sekira 120 meter persegi,” kata Kasubbid Mitigasi Gunung Api di Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil kepada detikcom di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Kamis (28/9).