Gelombang Tinggi, Nelayan Jepara Pilih Tidak Melaut

Gelombang tinggi yang terjadi di perairan laut Jawa. Akibatnya sejumlah nelayan di Jepara memilih tidak melaut. Selain membahayakan, gelombang tinggi juga mengakibatkan hasil tangkapan ikan sedikit.

Nelayan di Jepara untuk sementara memilih tidak melaut. Sebab biaya operasional yang dikeluarkan juga tidak dapat menutup modal.

Giyanto (45) seorang nelayan Kelurahan Jobo Kuto, Kecamatan Jepara Kota mengaku sudah dua pekan lebih tidak melaut.

“Saat seperti ini memang musibah bagi nelayan. Tidak bisa melaut, kalaupun memaksa, hasilnya juga mengecewakan. Akhirnya memilih tidak berangkat,” kata dia, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, musim sekarang ini banyak nelayan yang beralih mencari pekerjaan lain. Nelayan memilih menjadi buruh tani atau mengolah lahan pertanian bila masih punya atau menjadi buruh tani garam, dan bekerja serabutan.

“Sekuat tenaganya mau bekerja apa saja. Yang penting dapur masih bisa mengepul,” lanjutnya.

Suparno (53), nelayan lain menambahkan, saat gelombang tinggi biasanya banyak nelayan yang memanfaatkan waktu untuk memperbaiki mesin perahu.

“Atau membuat atau memperbaiki jaring tangkapan ikan,” papar dia.

Cuaca ekstrim ini, imbuhnya, diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Susah, tapi memang sudah risiko jadi nelayan kalau waktu cuaca seperti ini. Mau mengeluh pada siapa, ya, harus dijalani sambil berusaba mencari pekerjaan sementara,” pungkasnya.