Gelar Debat Cagub Jatim, KPU Siapkan Materi dari 4 Empat Panelis

KPU Jatim malam nanti akan menggelar debat pertama Pilgub Jatim 2018 dengan tema Kesejahteraan Rakyat. Untuk bahan debat, KPU sudah menyiapkan materi yang disusun oleh empat panelis yang terdiri dari tiga akademisi dan satu aktivis.

Mereka adalah adalah Nunuk Nuswardani (akademisi Universitas Trunojoyo Madura), Abdul Chalik (akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), Fauzan (akademisi Universitas Muhammadiyah Malang) dan Lutfi Kurniawan (aktivis).

Dalam tema Kesejahteraan Rakyat, kedua palson akan mendapatkan beberapa pertanyaan seperti, kebijakan Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, keagamaan, sosial budaya, sosial kemasyarakatan dan sosial serta bidang ideologi, HAM, kebangsaan, kepemudaan dan keperempuan.

“Untuk debat kami akan menghadirkan empat panelis. Kami menunjuk tiga panelis dari akademisi dan satu aktivis,” kata Komisioner KPU Jatim Divisi SDM dan Parmas Gogot Cahyo Baskoro kepada wartawan saat di KPU Jatim Jalan Tenggilis, Selasa (10/4/2018).

Dalam debat terbuka nantinya akan terbagi menjadi enam seksmen, dan nantinya ada yang berbeda dibandingkan dengan debat pada pemilu-pemilu yang sebelum. KPU Jatim akan memberikan kesempatan kepada calon wakil gubernur Jatim kedua palson untuk saling mengajukan pertanyaan.

“Berbeda dengan debat-debat sebelumhya, nanti ada yang berbeda kami memberikan kesempatan untuk kedua wakil paslon untuk saling memberikan pertanyaan,” kata Gogot.

Selain itu dalam debat kali ini, KPU Jatim berharap bisa dimaksimalkan oleh tim kampanye dan kedua palson untuk menyiapan diri, agar bisa mengeksplor kemampuan masing-masing dan bisa menyakinkan pemilih, masyarakat Jawa Timur.

“Terus terang pada debat publik pertama, kedua dan ketiga ini bisa tambahan refrensi bagi masyarakat Jatim sebelum nanti bisa menentukan pilihannya. Jadi masyarakat bisa memilih berdasarkan kemampuan dan kapasitas masing-masing paslon,” ungkap Gogot.

Dalam debat nanti yang bersifat dialogis. KPU Jatim memberikan imbauan untuk kedua paslon untuk tidak mengerahkan pendukungnya masing-masing dalam jumlah besar.

“Kami batasi masing-masing kedua palson hanya boleh membawa tim kampanyenya 150 dan kami tidak akan menyiapkan layar lebar dan TV plasma di Gedung Dyandra. Karena nanti akan menimbulkan pengerahan massa dalam jumlah yang besar,” ujar Gogot.

Gogot juga mengimbau bagi masyarakat Jawa Timur, simpatisan, dan pendukung kedua paslon untuk tidak mendatangi lokasi debat terbuka.

“Jika ingin menyaksikan langsung pelaksanaan debat, tidak perlu datang ke veneu acara. Silakan menonton di televisi. Karena CNN, Inews, JTV dan Kompas TV menyiarkan secara langsung. Sedangkan jika masih dalam perjalanan bisa mendengarkan langsung melalui radio RRI dan Elshinta,” ungkap Gogot.

Sementara itu, dalam debat terbuka Pilgub Jatim 2018 nanti KPU Jatim akan menyiapkan 700 undangan.

“Nanti kami undang 700 orang. Diantaranya 150 dari masing-masing paslon dan sisanya untuk undangan dari KPU Jatim yang melibatkan 38 KPU di Jawa Timur,” tandasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *