Gaji Ratu Elizabeth Naik 78%

Tahun ini, gaji Ratu Elizabeth II mengalami kenaikan pesat agar dia bisa punya dana untuk merenovasi Istana Buckingham.

Tahun lalu Ratu menerima bayaran bebas pajak £ 42,8 juta (Rp 728 miliar) dari negara. Tahun ini, bayaran itu melonjak 78% menjadi £ 76,1 juta (Rp 1,3 triliun).

Bayaran dari negara ini diperkirakan akan terus naik dalam 10 tahun ke depan karena Istana Buckingham sedang melakukan renovasi besar-besaran.

Para staf istana harus megganti kabel-kabel dan pipa yang sudah berumur lebih dari 60 tahun. Akses para pengunjung akan diperbaiki namun eksterior istana yang memiliki 775 ruangan itu akan tetap sama.

“Proyek ini dimaksudkan untuk mencegah risiko serius kebakaran, banjir, dan kerusakan baik pada bangunan maupun koleksi benda seni kerajaan yang berharga dan menjadi milik bangsa,” menurut keterangan dari Kementerian Keuangan Inggris.

Crown Estate — aset berupa tanah, bangunan, pertanian, dan pantai milik kerajaan, menghasilkan pendapatan ratusan juta pound per tahun, sebagian besar disetorkan ke kas negara. Sebagian labanya dikembalikan ke Ratu dan keluarganya dalam bentuk hibah.

Ratu menggunakan uang ini untuk membiayai operasionalnya, termasuk biaya perjalanan, gaji petugas keamanan, staf dan perawatan istana.

Ratu juga menerima penghasilan dari Duchy of Lancaster, aset-aset komersial, pertanian, dan hunian yang sudah ada sejak 1265. Dia mendapat £ 14,9 juta dari aset ini dan menyewakan sebagian ruang istana tahun lalu. Pendapatan ini juga digunakan untuk membiayai kegiatan dinas Ratu.

Namun bahkan dengan penghasilan jutaan pound per tahun, Ratu tidak bisa banyak menabung. Tahun lalu sebagian besar penghasilannya habis untuk menggaji pegawai dan biaya perawatan properti, dan hanya tersisa £ 900.000. Kelebihan dana ini disimpan dalam bentuk “cadangan hibah negara” atau sederhananya “dana darurat”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *