Gagal Njambret, Residivis Diamuk Warga Hingga Babak Belur

Tiga kali menghuni penjara, tak membuat jera Solikin (39), warga Pasuruan. Tak hanya kembali berurusan dengan polisi, kali ini dia harus merasakan amukan massa setelah gagal menjambret kalung emas 38 gram milik ibu rumah tangga.

Kepala Unit Reskrim Polsek Ngoro AKP Iwan Setiawan mengatakan, kali ini pelaku mengincar kalung milik Nurmala Sari (30), ibu rumah tangga asal Desa/Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Saat kejadian, korban bersama anak perempuannya berusia 5 tahun menuju ke rumah bidan di Ngoro mengendarai motor Suzuki Shogun 125.

“Korban mau memeriksakan anaknya yang sedang sakit ke bidan,” kata Iwan saat dihubungi detikcom, Minggu (24/9/2017).

Diamdiam, Solikin yang mengendarai motor Suzuki Satria hitam nopol S 6165 LB membuntuti korban. Sampai di Jalan Raya Desa Kembangsri, Ngoro sekitar pukul 10.00 Wib, pelaku yang beraksi seorang diri menarik kalung emas korban seberat 38 gram dari arah belakang.

“Korban berusaha mempertahankan kalungnya sambil teriak minta tolong. Korban sempat tariktarikan dengan pelaku, tapi korban terjatuh dari motornya,” ujar Iwan.

Mendengar teriakan korban, lanjut Iwan, warga sekitar pun mengejar Solikin yang berusaha kabur membawa kalung korban. Namun sial menimpa pelaku. Belum sempat kabur jauh, residivis yang telah tiga kali dipenjara karena kasus penjambretan ini jatuh dari motornya.

“Pelaku kan sendirian, kemungkinan panik dikejar warga, kemudian dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh,” terangnya.

Warga yang geram pun memukuli Solikin hingga babak belur. Pelaku mengalami luka parah di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, warga juga merusak motor pelaku.

“Pelaku berhasil kami amankan dari amukan warga, setelah kami mintakan visum dari rumah sakit, saat ini pelaku kami periksa di kantor (Polsek Ngoro),” jelasnya.

Beruntung akibat insiden ini, tambah Iwan, korban dan anaknya selamat tanpa luka serius. “Setelah kami mintai keterangan, korban juga akan kami mintakan visum,” tandasnya.

Related Post