Gagal Kunjungi Perbatasan Korut karena Cuaca Buruk, Trump Kecewa

Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengunjungi perbatasan Korea Utara (Korut) secara mendadak, gagal dilaksanakan. Penyebabnya cuaca buruk yang membuat helikopter yang ditumpangi Trump kesulitan mendarat.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Rabu (8/11/2017), Trump awalnya berniat mengunjungi langsung Zona Demiliterisasi (DMZ) ambang pintu ancaman nuklir Korut di selasela kunjungan kenegaraan ke Korsel selama dua hari.

Trump telah naik ke dalam helikopter Marine One dan terbang menuju ke DMZ. Namun sekitar 18 menit mengudara, helikopter pun putar balik.

Situasi di pangkalan militer AS di Seoul usai Trump gagal ke DMZ Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Dituturkan Gedung Putih, Trump dan rombongannya terpaksa membatalkan kunjungan pada Rabu (8/11) pagi itu karena cuaca buruk yang membuat helikopter tidak bisa mendarat di area perbatasan Korut. Cuaca buruk yang dimaksud adalah awan yang terlalu tebal.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menyatakan Trump sangat kecewa dan frustrasi karena gagal mengunjungi DMZ. Kunjungan ke area perbatasan yang dijaga ketat itu, telah direncanakan secara diamdiam untuk menunjukkan kuatnya aliansi AS dan Korsel.

“Dia cukup frustrasi,” ucap Sanders soal reaksi Trump atas gagalnya kunjungan ke DMZ.

Situasi di pangkalan militer AS di Seoul usai Trump gagal ke DMZ Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden Korsel, Moon JaeIn juga dijadwalkan menemani Trump di DMZ. Kunjungan ini, jika jadi terlaksana, akan menjadi momen pertama bagi seorang Presiden AS dan seorang Presiden Korsel bersamasama mengunjungi DMZ. Sanders menyebutnya sebagai momen bersejarah.

“Upaya ini menunjukkan aliansi yang kuat dan penting antara kedua negara,” ujar Sanders.

Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, pihak Gedung Putih dan ajudan Trump menegaskan tidak ada rencana kunjungan ke DMZ di selasela lawatan ke Korsel. Kunjungan ke perbatasan Korut itu dinilai para pengamat akan cukup provokatif karena dilakukan di tengah ancaman nuklir Korut.