Festival Banyuwangi Bersholawat jadi Momentum Nuansa Kebangsaan

Festival Banyuwangi Bersholawat berlangsung meriah di Stadion Diponegoro. Ribuan orang memenuhi stadion berkapasitas 15 ribu pengunjung. Tak sekedar melantunkan puji-pujian Nabi Muhammad SAW, acara ini juga sarat dengan pesan-pesan kebangsaan.

Festival Sholawat 2017 menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Pemimpin grup sholawat Ahbabul Musthofa itu, melantunkan sholawat dengan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad. Dengan iringan rancak rebana yang menjadi ciri khasnya, semua syairnya mudah merasuk di hati setiap muslim. Para syekhermania-sapaan penggemar Habib Syekh tampak larut mengumandangkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Dengan bersholawat ini, kita berdoa bersama untuk bangsa Indonesia,” ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memberi sambutan dalam acara bertajuk Festival Banyuwangi Bersholawat, Rabu (7/9/2017).

Anas yang baru pulang berhaji ini mengatakan, even ini masuk agenda Banyuwangi Festival. Setelah banyak menyajikan beragam atraksi wisata bertemakan seni, budaya, olahraga dan pariwisata, Banyuwangi Festival juga menghadirkan ajang reliji yang dikemas dalam Festival Sholawat.

“Dengan lantunan sholawat yang menyejukkan hati, kita refresh kembali kalbu kita bersama, tepat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” ujar Anas.

“Lebih dari itu, ajang ini kita harapkan bisa memantik semangat baru masyarakat Banyuwangi untuk terus bersatu membangun daerahnya,” imbuhnya.

Lagu-lagu nasional juga tak lupa berkumandang. Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, ‘Garuda Pancasila’ dan ’17 Agustus 1945′ silih berganti dinyanyikan bersama para syekhermania di sela-sela lantunan sholawat. Tak hanya itu, Habib Syekh juga membawakan syair ‘NKRI Harga Mati’.

“Ini sebuah syair yang berisi ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” ucap Habib Syech.

Nuansa kebangsaan juga semakin terasa dengan berkibarnya puluhan bendera merah putih yang dibawa pengunjung di seputar stadion. Hal ini, semakin dikuatkan dengan hadirnya paduan suara dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi yang anggotanya dari kalangan lintas agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *