Fakta Seputar Insiden Ambruknya Selasar Gedung BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tertimpa musibah. Salah satu selasar di Tower II Gedung BEI runtuh.

Kejadian terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Terdengar bunyi keras dari lokasi ambruknya selasar.

Kejadian tersebut memakan puluhan korban luka-luka. Kebanyakan merupakan mahasiswa yang tengah melakukan kunjungan.

Kejadian itu pun turut mengejutkan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. Saat itu Tito tengah berada di ruangannya yang berada di lantai 6 Tower 1 Gedung BEI dan hendak pergi untuk bertemu dengan Duta Besar Belgia.

“Saya pas mau janjian makan dengan Dubes Belgia sekaligus saya minta maaf dengan beliau. Tau-tau ada bunyi duar. Saya keluar, lari,” tuturnya.

Saat sampai di titik kejadian, Tito mengaku shock melihat korban-korban atas kejadian tersebut. Bahkan dia sempat ikut membangu mengevakuasi para korban.

Tito pun menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Menurut data terakhir yang dihimpun BEI ada sekitar 80 korban luka-luka yang kebanyakan merupakan mahasiswa Unversitas Bina Darma Palembang.

Dari total jumlah 35 korban mahasiswa yang dirawat di MRCC Siloam Hospital Semanggi, sebanyak 17 orang masih mendapatkan perawatan, 11 orang mendapatkan tindakan operasi, dan 7 orang sudah boleh pulang.

Sedangkan dari total 26 mahasiswa yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta, 17 korban mahasiswa masih menjalani perawatan dan 9 orang mendapatkan tindakan operasi. Kemudian satu orang dosen masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan.

Dari total 19 mahasiswa yang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, sebanyak 16 orang menjalani perawatan dan 3 orang mahasiswa mendapatkan tindakan operasi.

Pihak pengelola gedung PT Cushman & Wakefield Indonesia mengaku siap akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan para korban.

“Semua biaya pengobatan korban di rumah sakit akan ditanggung oleh kami oleh pemilik gedung. Sehingga tadi pihak dari gedung mendatangi semua rumah sakit yang ada untuk membantu proses pengobatan tersebut,” kata Direktur Cushman & Wakefield Indonesia Farida Rihadi.

Pihak BEI juga menempatkan dua orang staf di rumah sakit tempat perawatan korban. Hal itu guna memastikan semua korban mahasiswa undangan BEI dirawat dengan baik

“Beberapa orang tua dan dekan sudah datang dan kami layani semua,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Sementara BPJS Ketenagakerjaan melakukan identifikasi para korban. Hasil sementara menunjukan bahwa 14 orang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja.

PT BEI selaku penyelenggara perdagangan saham di Indonesia menegaskan perdagangan saham masih berjalan normal. Runtuhnya selasar tersebut tak mengganggu sistem perdagangan yang ada di gedung tersebut.

Tito memastikan bahwa sistem dari 108 perusahaan sekuritas alias broker juga masih terkoneksi dengan baik. Dia juga memastikan bahwa proses pencatatan saham perdana PT LCK Global Kedaton Tbk pada pagi hari ini tetap dilaksanakan.

Sementara, pengelola Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Cushman & Wakefield Indonesia memastikan bahwa hari ini sebagian gedung bisa beroperasi secara normal. Meskipun sebagian masih disterilkan karena masih dalam tahap pemeriksaan.

Direktur Cushman & Wakefield Indonesia, Farida Rihadi mengumumkan, bahwa Tower 1 Gedung BEI besok akan dibuka kembali. Aktivitas perkantoran akan berjalan seperti biasa.

Namun untuk Tower 2 masih ditutup. Sebab Puslabfor Polri masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *