Erdogan Usulkan Gulen Ditukar dengan Pendeta AS yang Ditahan Turki

Ankara Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, masih belum menyerah untuk memulangkan ulama ternama Fethullah Gulen yang dituding mendalangi upaya kudeta. Erdogan mengusulkan agar Gulen ditukar dengan seorang pendeta Amerika Serikat (AS) yang tengah ditahan di Turki.

Sejak tahun 1999, Gulen tinggal dalam pengasingan di Pennsylvania, AS. Otoritas Turki berulang kali meminta AS untuk mengekstradisi Gulen, namun selalu ditolak. Turki ingin mengadili Gulen atas dakwaan memerintahkan upaya kudeta pada Juli 2016 lalu. Gulen sendiri telah berulang kali menyangkal tudingan dirinya terlibat upaya kudeta.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Turki melakukan operasi penangkapan besarbesaran terhadap ribuan orang yang disebut terkait upaya kudeta atau terlibat jaringan Gulen. Turki menyebut pengikut Gulen tergabung dalam kelompok bernama FETO yang dianggap sebagai organisasi teroris.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/9/2017), salah satu yang ditahan adalah pendeta AS bernama Andrew Brunson yang mendirikan gereja kecil di Izmir, pantai barat Turki. Brunson ditahan sejak Oktober 2016. Salah satu dakwaan yang dijeratkan kepadanya adalah tergabung dengan jaringan Gulen. AS menyebut Brunson salah ditahan dan menyerukan pembebasannya. Erdogan pun menanggapi hal itu.

“Mereka (AS) mengatakan pulangkan sang pendeta. Anda memiliki satu penceramah (Gulenred) di sana. Serahkan dia kepada kami,” ucap Erdogan saat berbicara di hadapan jajaran kepolisian Turki di Istana Kepresidenan di Ankara.

“Kemudian kami akan mengadilinya (Brunsonred) dan menyerahkannya kepada Anda,” imbuhnya, dalam pernyataan yang mengaitkan penahanan Brunson dengan permohonan ekstradisi Gulen.

Erdogan memberikan komentar ini setelah AS mendesak Turki untuk tidak mencampurkan kasus Gulen dengan Brunson. Mereka juga mengkritik sistem peradilan Turki. “Apa artinya? Bahwa Anda memiliki peradilan, tapi kami tidak memiliki peradilan?” tanya Erdogan.

“Orang yang ada di sini (Brunson) sedang diadili. Tapi (Gulen) yang ada di sana bersama Anda tidak sedang diadili! Dia tinggal di sebuah mansion di Pennsylvania! Lebih mudah bagi Anda (ASred) untuk menyerahkannya, Anda bisa langsung menyerahkannya,” tegasnya.

Sebuah dekrit yang dirilis pada Agustus tahun ini memberikan wewenang kepada Erdogan untuk mengekstradisi warga negara asing yang ditahan atau divonis bersalah di Turki, dan menukarnya dengan warga negara Turki yang ditangkap atau divonis bersalah di luar negeri. Wewenang itu berlaku dalam situasi diperlukan demi keamanan nasional atau kepentingan nasional.

Saat ditanya soal usulan pertukaran Gulen dengan pendeta Brunson itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, menyatakan: “Saya tidak bisa membayangkan kita akan mengambil keputusan itu.”

Nauert menegaskan AS telah menerima sejumlah permohonan ekstradisi untuk Gulen, namun tidak ada perkembangan terbaru. AS sebelumnya menolak permohonan Turki karena negara itu tidak memberikan bukti yang cukup kepada AS untuk mengekstradisi Gulen.