Eks Presiden Korsel Pakai Suap dari Intelijen untuk Suntik Botox

Persidangan kasus korupsi mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye terus berlanjut. Kali ini, Park didakwa menerima suap jutaan dolar AS dari badan intelijen Korsel. Suap itu dilaporkan dipakai Park untuk keperluan pribadi, termasuk suntik Botox.

Disampaikan jaksa yang menangani kasus Park kepada media lokal Korsel seperti dilansir AFP, Kamis (4/1/2018), Park didakwa menerima suap dengan jumlah bervariasi, mulai dari 50 juta hingga 200 juta won, atau saat ini setara Rp 635 juta hingga Rp 2,5 miliar, untuk setiap bulan.

Suap itu diterima dari Dinas Intelijen Nasional (NIS) setiap bulan, sejak awal tahun 2013 — sesaat setelah Park dilantik — hingga pertengahan tahun 2016 lalu. Jika ditotal, jumlah suap dari NIS mencapai 3,65 miliar won atau setara Rp 46,4 miliar.

Suap itu diberikan kepada Park dalam bentuk tunai dengan diantarkan oleh sejumlah agen NIS kepada beberapa ajudan Park di area parkir yang sepi atau di gang belakang dekat Istana Kepresidenan Blue House.

Kantor berita resmi Korsel, Yonhap, melaporkan uang suap itu berasal dari ‘blind budget’ milik NIS. Anggaran yang terdiri atas dana khusus sebesar jutaan dolar AS itu bisa digunakan untuk aktivitas antispionase apapun, tanpa perlu menyertakan kuitansi.

Laporan berbagai media lokal menyebut uang suap dari NIS itu dipakai Park untuk mendanai keperluan pribadinya, mulai dari suntik Botox, membeli pakaian dan untuk penggunaan telepon genggam teman-temannya, termasuk teman dekatnya Choi Soon-Sil yang juga diadili.

Jaksa Korsel telah menuntut hukuman 25 tahun penjara untuk Choi, yang didakwa berkolusi dengan Park untuk memeras dana jutaan dolar AS dari para konglomerat Korsel, termasuk ahli waris Samsung.

Park sendiri masih menjalani persidangan untuk 18 dakwaan sekaligus, termasuk suap, pemaksaan kehendak dan penyalahgunaan wewenang dalam menawarkan bantuan pemerintah secara ilegal kepada para pengusaha setempat.

Jaksa akan menambahkan dua dakwaan pidana, yakni penyuapan dan penggelapan, terhadap Park.

Sementara itu, terkait kasus penyuapan dari NIS ini, sedikitnya dua mantan Direktur NIS telah diadili atas dakwaan penyuapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *