Eks Jubir Dituduh Suap Hakim untuk Gugurkan Kasus Istri Netanyahu

Kepolisian Israel mengumumkan satu lagi kasus korupsi terbaru yang menyeret orang-orang dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mantan juru bicara keluarga Netanyahu dituding berusaha menyuap seorang hakim untuk menggugurkan kasus istri Netanyahu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (21/2/2018), kasus ini menjadi kasus korupsi kelima yang menjerat Netanyahu dan orang-orang dekatnya. Pekan ini, Kepolisian Israel mengumumkan dua kasus baru yang menjerat satu orang yang sama, yang merupakan orang dekat Netanyahu.

Mantan juru bicara Netanyahu yang bernama Nir Hefetz ini telah ditangkap polisi Israel pada Minggu (18/2) waktu setempat, terkait kasus terpisah yang melibatkan dugaan korupsi perusahaan telekomunikasi terbesar Israel, Bezeq.

Dalam kasus terbaru, Hefetz diduga, melalui perantara pada tahun 2015, menjanjikan bantuan terhadap seorang hakim Israel untuk menduduki jabatan Jaksa Agung jika hakim itu bersedia menggunakan posisinya untuk menghentikan proses hukum terhadap Sara, istri Netanyahu.

Diketahui bahwa Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit pada September 2017 menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mendakwa Sara atas dugaan penipuan terkait pemakaian uang negara dalam layanan katering dan makan malam pribadinya yang jumlahnya mencapai US$ 100 ribu. Sara telah membantah tuduhan ini. Keputusan akhir soal penjeratan dakwaan masih belum diambil hingga kini.

Terkait dakwaan percobaan suap yang menjerat Hefetz ini, Netanyahu membantah keras dengan menyebutnya sebagai ‘halusinasi’. “Saya tidak pernah mendekati Nir Hefetz soal ini, dia tidak pernah mengajukan apapun soal itu kepada saya, dan Anda tahu apa? Saya tidak percaya dia mengungkapkan kemungkinan ini dengan orang lain,” ucapnya.

Netanyahu telah membantah melakukan pelanggaran hukum terkait empat kasus sebelumnya, termasuk dua kasus korupsi di mana dia telah ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa waktu lalu, Netanyahu menyebut tudingan-tudingan korupsi itu sebagai perburuan politik atau ‘political witch hunt‘.

Selama 12 tahun menjabat sejak tahun 1996, Netanyahu tampaknya melihat dominasinya di politik Israel terancam oleh berbagai penyelidikan dugaan korupsi yang sedang berlangsung. Pekan lalu, Kepolisian Israel merekomendasikan jaksa untuk menjeratkan dakwaan penyuapan dan penipuan kepada Netanyahu, dengan alasan telah ada cukup bukti.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *