Dorong Anak Perempuan Turki Jadi Martir, Erdogan Dikecam

Anak perempuan berseragam militer menarik perhatian Presiden Erdogan, yang memintanya naik ke panggung. (EPA)

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendapat kecaman setelah mengatakan kepada seorang anak perempuan yang mengenakan baju tiruan seragam militer bahwa dia akan menjadi terhormat jika gugur dalam pertempuran.

“Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya,” tuturnya kepada anak perempuan yang menangis itu dalam kongres Partai AK pimpinannya yang disiarkan di TV.

Para pendukungnya kemudian “Ketua! Bawa kami ke Afrin”, merujuk pada operasi militer Turki atas pejuang Kurdi di kawasan Afrin, Suriah utara.

Pernyataan Erdogan itu pun dikecam oleh beberapa pihak, dinilai sebagai ‘penganiayaan anak’.

Dalam kongres partai yang disiarkan langsung oleh stasiun TV pemerintah, anak perempuan yang mengenakan seragam militer itu tampaknya menarik perhatian Presiden Erdogan, yang kemudian mengajaknya naik ke atas panggung.

“Lihat apa yang ada di sini! Anak perempuan, apa yang engkau lakukan di sini? Kita punya baret merah marun di sini dan baret merah marun tidak pernah menangis,” katanya kepada anak perempuan itu sambil merujuk pada warna baret dari Pasukan Khusus Turki.

“Dia juga punya bendera Turki di sakunya… Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya, Insya Allah,” katanya dalam kongres di kota Kahramanmaras, Turki Selatan, Sabtu (24/02).

“Dia siap untuk semuanya, iya, kan?” dan anak perempuan itu menjawab, “Ya’.

Presiden Erdogan kemudian mencium pipinya dan melepasnya pergi. Anak perempuan itu tidak diketahui identitasnya dan juga tidak jelas kenapa mengenakan seragam militer.

Sejumlah pengguna Twitter kemudian mengecam pidato Erdogan dan salah seorang menyamakannya dengan ‘penganiayaan anak’.

Komentar lainnya mengatakan, “Memalukan, amat buruk. Dia hanya seorang anak, Anda tidak mengharapkan dia mati dan Anda tidak mengatakan Insya Allah untuk itu!”

Erdogan masih belum menanggapi kritik-kritik itu.

Bukan pertama kali komentar Erdogan terkait martir memicu kontroversi di Turki, yang menetapkan semua tentara atau polisi yang tewas saat bertugas sebagai martir, seperti dilaporkan wartawan BBC Turki, Onur Erem.

Para pengkiritik Erdogan menuduh dia menggunakan pemakaman tentara maupun anak-anak untuk pidato politik. Mereka juga mengatakan anaknya menghindar dari wajib militer namun, lapor wartawan kami, namun para pendukungnya tidak memperdulikannya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *