DK PBB Akan Gelar Pertemuan Bahas Ketegangan di Yerusalem

Yerusalem Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan untuk membahas ketegangan di wilayah Yerusalem yang makin meningkat.

Wakil Duta Besar Swedia untuk PBB, Carl Skau mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (24/7/2017), Swedia, Mesir dan Prancis meminta digelarnya pertemuan DK PBB pada Senin (24/7) waktu setempat untuk “segera membahas bagaimana seruan untuk deeskalasi di Yerusalem bisa didukung.”

Israel mengerahkan tambahan pasukan ke wilayah Tepi Barat pada Sabtu (22/7) waktu setempat dan menyerbu rumah warga Palestina yang menikam mati warga Israel pada Jumat (21/7) lalu. Sementara itu, bentrokan mematikan antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina terjadi di luar kompleks Masjid AlAqsa, Yerusalem, akhir pekan kemarin.

Bentrokan dipicu aksi protes warga Palestina terhadap otoritas Israel yang memasang alat pendeteksi logam (metal detector) di pintu masuk kompleks Haram alSharif, yang oleh umat Yahudi disebut sebagai Temple Mount. Pemasangan alat pendeteksi logam dilakukan Israel setelah dua polisi Israel ditembak mati pada 14 Juli lalu.

Otoritas Palestina melihat pemberlakuan langkah keamanan baru oleh Israel sebagai upaya untuk merebut kendali atas tempat suci itu. Presiden Palestina Mahmud Abbas bahkan membekukan seluruh komunikasi dengan Israel menyusul pemasangan alat pendeteksi logam itu.

Kompleks Haram alSharif, yang menjadi lokasi Masjid AlAqsa dan Dome of the Rock, yang menjadi tempat paling suci ketiga bagi umat Islam dan tempat paling disakralkan umat Yahudi. Dome of the Rock atau Kubah Batu, yang memiliki kubah emas yang megah, dibangun pada masa Umayyah antara tahun 691 hingga 715 Masehi.

Umat Islam meyakini di dalam Dome of the Rock terdapat batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan Isra Miraj. Dalam perjalanan spiritual itulah Rasulullah mendapat perintah untuk menjalankan salat oleh Allah SWT. Sedangkan dalam tradisi Yahudi, Dome of the Rock diyakini menjadi tempat Abraham, leluhur dan bapak bangsa Ibrani, bersiap mengorbankan putranya, Ishak seperti disebut dalam Kitab Suci Yahudi.