Dituduh KDRT oleh 2 Mantan Istri, Pejabat Gedung Putih Mundur

Seorang staf senior Gedung Putih, Rob Porter, mengundurkan diri usai dua mantan istrinya melontarkan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tuduhan itu disertai sebuah foto yang menunjukkan wajah mantan istri Porter memar.

Tudingan KDRT yang menyeret Porter ini muncul ke publik setelah media Inggris, Daily Mail, memuat keterangan dua mantan istri Porter. Keduanya menyebut Porter sering berperilaku kasar dan memiliki amarah yang meledak-ledak.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, dan media Reuters, Kamis (8/2/2018), Porter mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu (7/2) waktu setempat, setelah tudingan dari dua mantan istrinya dimuat media massa. Dia membantah tudingan itu mentah-mentah.

“Tudinan kotor ini jelas palsu,” sebut Porter dalam pernyataannya yang dirilis Gedung Putih. “Saya telah transparan dan jujur soal klaim-klaim busuk ini, tapi saya tidak akan terlibat lebih jauh dalam kampanye fitnah terkoordinasi ini,” imbuhnya.

Porter yang secara resmi menjabat staf sekretaris Gedung Putih ini, juga menjadi penasihat senior yang bertanggung jawab atas sebagian besar dokumen yang diserahkan ke Presiden Donald Trump untuk ditandatangani.

Daily Mail awalnya merilis keterangan mantan istri kedua Porter, Jennifer Willoughby, yang menyebut Porter pernah menyeretnya dengan paksa keluar dari shower saat dirinya masih basah dan telanjang, ketika keduanya berbulan madu. Porter juga disebut menggunakan kata-kata kasar kepada Willoughby. Seringkali keduanya terlibat adu mulut dan Willoughby menyebut dirinya selalu cemas karena ‘kemarahan meledak-ledak’ dari Porter.

Tudingan oleh Willoughby itu diikuti oleh keterangan dari mantan istri pertama Porter, Colbie Holderness. Kepada Daily Mail, Holderness mengungkapkan kekerasan fisik dan emosional yang didapatnya dari mantan suaminya itu. Dia menyebut Porter pernah mencekik dan menonjoknya.

Holderness bahkan menunjukkan sejumlah foto yang disebutnya dijepret usai Porter meninju wajahnya saat keduanya berlibur di Italia. Foto itu menunjukkan bagian mata kanan Holderness yang mengalami memar besar berwarna ungu kekuning-kuningan. “Saya tidak pergi ke polisi karena saya takut, saya sendirian di Italia (saat itu) dan saya tidak tahu apa yang harus dilakukan,” tutur Holderness.

Holderness mengklaim dirinya dan Willoughby pernah diwawancarai FBI sebagai bagian dari proses izin keamanan untuk Porter sebelum menjadi staf Gedung Putih. Menurut Daily Mail, Porter sebenarnya tidak mendapat izin keamanan dari FBI. Gedung Putih enggan mengomentari hal ini.

“Saya terkejut akan tudingan baru terhadap Rob Porter. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam rumah tangga di masyarakat kita,” ucap Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, dalam pernyataan terpisah. “Setiap individu memiliki hak untuk membela reputasi mereka,” imbuhnya.

“Saya menerima pengunduran dirinya hari ini dan akan memastikan transisi yang cepat dan baik,” tutur Kelly.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *