Diterpa Berbagai Skandal, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, menyatakan mundur dari jabatannya. Pengumuman mundur ini disampaikan Joyce di tengah skandal pelecehan seksual dan kontroversi perselingkuhan dengan mantan stafnya yang menyeretnya.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (23/2/2018), Joyce menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Partai Nasional Australia, yang berarti posisinya sebagai Wakil PM Australia juga diakhiri. Partai Nasional harus memilih ketua baru untuk menggantikan Joyce sebagai Wakil PM Australia. Partai Nasional selama ini masuk koalisi pemerintahan Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang berasal dari Partai Liberal Australia.

Dalam pengumuman yang disampaikan Jumat (23/2) ini, Joyce menyatakan dirinya akan secara resmi mundur pada Senin (26/2) mendatang. Saat pengunduran diri ini diumumkan, PM Turnbull sedang dalam kunjungan ke Amerika Serikat (AS).

“Saya akan mengatakan pada Senin (26/2) pagi di ruang (rapat) partai, saya akan mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Nasional dan sebagai Wakil Pemimpin Australia,” ucap Joyce dalam konferensi pers.

Pekan ini, muncul tudingan pelecehan seksual yang diarahkan kepada Joyce. Pada Kamis (22/2), Partai Nasional Australia mengkonfirmasi pihaknya menerima laporan pelecehan seksual yang menyeret Joyce, namun tidak mengungkapkan rinciannya ke publik. Partai Nasional Australia hanya menyatakan akan menangani secara serius laporan itu.
Dalam pernyataannya, Joyce menyebut dirinya mundur untuk menghindari ‘hiruk pikuk isu-isus terkini’. “Telah menjadi kehormatan luar biasa, yang membuat saya merasa rendah hari, dengan selama ini menjadi Wakil Perdana Menteri Australia,” imbuhnya.

Setelah mundur dari posisi Ketua Partai Nasional Australia dan Wakil PM Australia, Joyce akan tetap menjadi anggota parlemen biasa.

Sosok Joyce tergolong kontroversial di dunia perpolitikan Australia. Seruan mundur terhadap Joyce telah muncul sejak lama.

Namanya menjadi pemberitaan setelah awal Februari lalu, Joyce mengungkapkan dirinya kini tinggal bersama mantan stafnya yang sedang mengandung anaknya. Hal ini mengkonfirmasi rumor lama soal perselingkuhannya. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Desember 2017, Joyce mengumumkan dirinya telah bercerai dari istrinya.

Jauh sebelum itu, Joyce sempat memicu kontroversi dengan status kewarganegaraan ganda yang dimilikinya, yang dilarang Konstitusi Australia bagi setiap anggota parlemen. Tidak hanya warga negara Australia, Joyce juga memegang status warga negara Selandia Baru.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *