Ditahan 6 Hari, Kapal Penangkap Ikan Korsel Dibebaskan Korut

Korea Utara akan membebaskan sebuah kapal nelayan Korea Selatan yang ditahan enam hari yang lalu, karena “melanggar hukum” berlayar ke perairannya, demikian laporan media pemerintah.

Kapal beserta awaknya akan dibebaskan “di perbatasan militer di Laut Timur,” lapor kantor berita Korea Utara KCNA.

Keputusan tersebut diambil setelah awak kapal meminta maaf atas “pelanggaran” tersebut, tambahnya.

Kejadian ini berlangsung saat ketegangan meningkat di wilayah tersebut, dengan kedua belah pihak menjalankan serangkaian latihan militer.

Korea Utara mengatakan kapal penangkap ikan itu akan dibebaskan pada hari Jumat, setelah para awak kapal mengakui kesalahannya, mereka “berulang kali meminta keringanan hukuman”.

Pihak Korea Utara juga menambahkan telah melakukan penyelidikan, yang “membuktikan” bahwa nelayannelayan tersebut telah memasuki perairan Korea Utara pada hari Sabtu pekan lalu.

Kapalkapal penangkap ikan yang berlayar ke wilayah Kora lain merupakan hal yang tidak biasa bagi kedua negara tersebut.

Pada bulan Agustus 2010, sebuah kapal nelayan Korea Selatan hilang di Laut Jepang dan sempat ditahan oleh Korea Utara.

Korea Utara mengatakan kapal itu ditahan karena menangkap ikan di zona ekonomi eksklusifnya.

Insiden terbaru terjadi di tengah latihan militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, karena Korea Utara berusaha untuk mewujudkan ambisi nuklirnya dan Korea Selatan terus menguji sistem pertahanan yang didukung AS.

Awal bulan ini, AS dan Korea Selatan juga memulai latihan militer bersama di perairan sekitar semenanjung Korea, yang melibatkan jetjet tempur, kapal perusak dan kapal induk.

Latihan rutin tersebut telah membuat Korut marah, dan Pyongyang mengecam tindakan mereka sebagai sebuah “latihan perang”.