Diperkosa 2 Polisi Italia, 2 Mahasiswi AS Tak Mampu Teriak

Dua polisi Italia dituduh memperkosa dua mahasiswi asal Amerika Serikat di kota Florence. Menteri Pertahanan Italia Roberta Pinotti angkat bicara mengenai dugaan pemerkosaan tersebut.

“Penyelidikan masih berlangsung, namun ada beberapa dasar menyangkut tuduhan tersebut,” kata Pinotti dalam sebuah konferensi mengenai masalah wanita pada Jumat (8/9) malam waktu setempat seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (9/9/2017).

Kedua mahasiswi berumur 19 tahun dan 21 tahun tersebut mengaku diperkosa dua polisi patroli Carabinieri setelah mereka mendapatkan tumpangan mobil untuk pulang ke rumah dari sebuah kelab malam. Kedua polisi tersebut telah membantah tuduhan pemerkosaan itu.

“Pemerkosaan senantiasa merupakan masalah serius. Namun ini adalah keseriusan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika dilakukan oleh Carabinieri berseragam,” imbuhnya.

Carabinieri merupakan unit kepolisian paramiliter yang berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan. Unit ini bertugas bersamasama kepolisian nasional, yang berada di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri.

Mediamedia Italia melaporkan, kedua korban mengaku kepada polisi bahwa mereka telah meminum minuman beralkohol dan menghisap ganja di malam kejadian. Menurut keduanya, mereka sangat ketakutan sehingga tak mampu berteriak minta tolong saat pemerkosaan terjadi.

Kepolisian tengah melakukan tes DNA untuk memastikan tuduhan pemerkosaan ini. Hasil tes akan keluar dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, mediamedia Italia melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/9/2017), kedua mahasiswi berumur 19 tahun dan 21 tahun tersebut berada di sebuah kelab malam pada Rabu (6/9) waktu setempat, ketika terjadi keributan di antara para pengunjung kelab. Pemilik kelab pun menelepon polisi.

Enam polisi kemudian tiba di lokasi. Tak lama kemudian, empat polisi di antaranya meninggalkan lokasi setelah situasi di kelab tersebut kembali tenang. Dua polisi yang tersisa terlibat percakapan dengan kedua mahasiswi AS tersebut yang terlihat mabuk. Kedua polisi itu kemudian menawarkan untuk mengantarkan kedua korban pulang ke rumah setelah mereka tak mendapatkan taksi.

Kedua mahasiswa AS mengklaim mereka diserang oleh kedua polisi setibanya mereka di rumah pada Kami (7/9) dini hari waktu setempat. Satu mahasiswi mengaku diperkosa di halaman rumah, mahasiswi lainnya mengaku diperkosa di dalam rumah.