Digandeng Pemprov, Polisi Terus Usut Prostitusi di Kalibata City

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk menggandeng aparat kepolisian dalam mengawasi dugaan praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Menanggapi hal tersebut, polisi mengaku akan terus menyelidiki dugaan prostitusi di apartemen itu.

“Ini sekarang saya masih suruh unit saya lidik, masalah yang diduga (tempat) prostitusi itu. Karena informasi dari teman-teman sendiri ini kan,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Indra mengaku telah mengerahkan jajarannya untuk menindaklanjuti soal informasi prostitusi di Kalibata City. Komunikasi juga sudah dilakukan dengan pihak pengelola.

“Saya koordinasi sama kapolsek, hubungan baik selama ini. Kita dalami kok ada prostitusi,” ujar Indra.

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya ingin memastikan Apartemen Kalibata City bebas dari praktik prostitusi. Dia menegaskan pihaknya akan menindak tegas apartemen tersebut jika ada peraturan yang dilanggar.

“Kita akan bekerja sama dengan aparat. Yang penting itu kalau melanggar hukum kita harus tegas bahwa di dalam permukiman,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/4).

Sebelumnya, seorang muncikari prostitusi online berinisial N (45) yang beroperasi di Apartemen Kalibata City ditangkap polisi pada akhir Januari lalu. N menawarkan para pekerja seks komersial (PSK) lewat aplikasi WeChat.

Terbaru, muncikari berinisial SL alias M (50) juga ditangkap polisi karena membuka praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City. Dia ditangkap bersama 3 orang lainnya yakni IP alias R (27), MP alias N (21), dan YP (19) pada 13 Februari 2018.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *