Di Tengah Perjuangannya Raih Beasiswa S3, Raeni Umrohkan Ayah Ibu

Untuk bisa meraih mimpi melanjutkan pendidikannya lebih tinggi, Raeni (25) harus berjuang mendapatkan beasiswa. Di tengah perjuangannya, Raeni sempat mengumrohkan kedua orang tuanya.

Bulan Februari lalu, Raeni berangkat Umroh bersama ayah ibunya, Mugiono dan Sujamah. Ternyata Raeni sendiri tidak menyangka bisa melakukan perjalanan yang sangat ia dambakan itu bersama kedua orangtuanya.

Raeni pun menceritakan awalnya ia hanya iseng mengikuti arisan Umroh di kalangan dosen di Unnes. Ia sempat terkendala ketika hendak mengikuti arisan karena masih menjadi asisten dosen kala itu.

“Manajemen yang mengelola Umroh telepon pimpinan ternyata diizinkan ikut,” kata Raeni.

Ia mengaku tidak tahu kapan arisan dimulai, namun ketika di Inggris ia kaget setiap bulan tabungannya berkurang Rp 500 ribu. Setelah dicek ternyata dipotong untuk arisan Umroh.

“Pas nyiapin berkas untuk S3, dapat informasi kalau saya dapat arisan Umroh,” kenangnya.

Saat itu mendekati hari Pahlawan yaitu 10 November yang juga merupakan hari ulang tahun pahlawan hidupnya, yaitu sang ayah. Tepat pukul 00.00, ayahnya yang sedang berjaga malam dihubungi dan Reni mengatakan memberikan hadiah Umroh.

“Pas jam 12 malam bapak saya telepon, beliau terharu,” ujarnya.

Namun setelah itu Raeni merasa ibunya yang berulang tahun 1 Desember juga harus dihadiahi Umroh. Ia putar otak dan teringat dengan sisa tabungan di Inggris.

“Alhamdulillah ada sedikit sisa tabungan bisa daftarkan ibu,” katanya.

Lagi-lagi Raeni kepikiran bagaimana jika orangtuanya berangkat hanya berdua dan kebingungan saat Umroh, apalagi ibunya pemalu. Ia kemudian mendapatkan saran agar ikut mendampingi.

Dengan kondisi keuangan yang terbatas, Raeni ingat ada reiumberse untuk perjalanan di Inggris, Iseng-iseng Raeni menghubungi kampus dengan nomor Inggrisnya yang dibawa ke Indonesia untuk mencairkannya.

“Saya kemudian melakukan transaksi ditambah Euro yang saya bawa sama tabungan. Alhamdulillah cukup,” pungkas Raeni.

Dengan dengan uang saku pas-pasan, Raeni bahagia bisa berangkat Umroh dengan kedua orangtuanya pada 13 Februari 2018 lalu. Kini Raeni kembali menjalani rutinitasnya sebagai dosen dan menunggu keberangkatannya ke Inggris untuk pendidikan S3 bulan September mendatang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *