Demi Akses Jalan, Petani di Demak Relakan Tanahnya Buat Jalan

Ratusan petani di Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak merelakan sebagian lahannya untuk pembangunan akses jalan. Jalan tersebut nantinya menjadi akses pertanian sekaligus penghubung warga di dua dusun.

Kepala Desa Wonosekar, Imam Syafii menuturkan jalan yang dibangun melalui kerja sama pemerintah desa dengan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0716 Demak tersebut memang memakan lahan milik warga. Namun, hal itu sudah melalui musyawarah bersama.

“Dari awal sudah masuk rencana kerja pemerintah desa jika itu akan dibangun akses jalan,” ujarnya saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (6/3/2018)

Awalnya, jalan tersebut merupakan jalan setapak selebar satu meter dan sepanjang tiga kilometer yang digunakan untuk akses menuju lahan pertanian dan penghubung warga Dukuh Noreh dengan Dukuh Sambak. Jika hujan, jalan itu sulit untuk dilintasi karena berlumpur.

“Kasihan warga karena jalan sangat tidak layak. Setelah masuk rencana pembangunan, kami ajak rembug warga terutama yang punya lahan di sepanjang jalan,” lanjutnya.

Warga pun menerima dan merelakan sebagian lahannya untuk pelebaran jalan. Besarannya berbeba-beda sesuai kebutuhan pembangunan.

“Ada sekitar 300 lebih petani yang merelakan lahannya untuk pembangunan jalan ini. Besarannya berbeda-beda,” papar dia.

Imam menambahkan, mayoritas lahan tersebut memang belum bersertifikat hak milik. Hanya surat pemberitahuan pajak terhitung (SPPT) PBB.

“Tidak ada masalah, mereka malah senang dibangunkan jalan. Lahan mayoritas belum bersertifikat, hanya SPPT PBB,” tuturnya.

Nantinya, lahan yang dihibahkan itu sepenuhnya menjadi milik pemerintah desa.

“Karena untuk fasilitas umum,” imbuhnya.

Pembangunan sendiri sudah dimulai sejak Jumat (2/3/2018). Ditargetkan untuk konstruksi jalan dan drainase selesai 10 hari. Selanjutnya, akan dilakukan perencanaan betonisasi atau pengaspalan.

“Saat ini pengerjaan masih awal memggunakan alat berat. Ke depan baru akan direncanakan pengaspalan atau betonisasi,” terangnya.

Jamian (65) warga Dukuh Noreh Desa Wonosekar mengaku merelakan 100×2 meter lahannya untuk pembangunan jalan tersebut.

“Wah, saya langsung tidak pikir panjang untuk memberikan lahan saya 100×2 meter. Karena memang jalan lebih dibutuhkan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya jalan yang layak akan mempermudah akses pertanian sekaligus akses jalan bagi warga. Di Dukuh Noreh ada sekitar 900 dari total 8.000 lebih kepala keluarga di Desa Wonosekar. Selama ini ada akses jalan tapi tidak layak karena belum diaspal. Banyak warga yang melintas di jalan ini, yang hanya seluas satu meter.

“Untuk persoalan pengurusan lahan, saya serahkan kepada desa. Kalau punya saya sudah bersertifikat. Intinya saya setuju dan tidak ada masalah. Ini juga sudah saya bicarakan dengan anggota keluarga yang lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan lahan pertanian di desanya, biasanya ditanami jagung dan padi.

“Iya, jagung dan padi. Kalau sekarang ditanami jagung,” terangnya.

Sementara Kepala Dusun Noreh, Sambudi menyampaikan, adanya akses jalan yang layak diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ada jalan semua menjadi mudah. Harga tanah juga naik. Ya, sangat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *