Deddy Mizwar: Unggul di Survei Bukan Jaminan Jadi Pemenang di Jabar

Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbarunya. Elektabilitas Ridwan Kamil masih unggul dibanding bakal calon lainnya dengan prosentase 24,2 persen. Deddy Mizwar menempati urutan kedua dengan prosentase 7,1 persen dan Dedi Mulyadi 4,3 persen.

Bakal calon gubernur Jabar Deddy Mizwar menanggapi santai hasil tersebut. Karena menurut dia unggul dalam survei bukan jaminan menjadi pemenang dalam Pilgub Jabar 2018.

“Jadi oke saja. Jabar dinamis. Bisa berubah. Enggak ada jaminan di jabar ini survei tinggi dari awal menjadi pemenang. Karena perubahan dinamika di Jabar ini begitu cepat,” kata Deddy saat ditemui saat konsolidasi dengan ribuan kader Demokrat di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (5/11/2017).

Meski begitu, dia akan tetap berupaya untuk bisa meningkatkan elektabilitas dan keluar menjadi pemenang dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Kita tetap berupaya dengan strategi yang tepat,” ucap Deddy.

Di lokasi yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Irfan Suryanaga juga mengatakan hal yang sama. Karena dari hasil Pilkada beberapa waktu terakhir unggul secara survei belum tentu menjadi pemenang.

Contohnya saja pada Pilgub Jabar 2008 lalu. Pasangan Ahmad HeryawanDede Yusuf elektabilitasnya hanya 7 persen kalah dari pasangan Agum GumelarNuman Abdul Hakim yang memiliki elektabilitas 51 persen.

“Tapi yang menang pasangan Hade (HeryawanDede Yusuf). Pilkada kedua Dede Yusuf 41 persen. Ahmad Heryawan turun 16 persen menjadi 12 persen. Tapi akhirnya Pak Aher yang menang,” katanya.

Melihat hasil tersebut, dia yakin pasangan Deddy MizwarAhmad Syaikhu tetap memiliki kans besar untuk memenangi Pilgub Jabar. “Saya yakin masyarakat Jabar akan bersama pelukan Demokrat,” tandasnya.

Related Post