Dalang Bom Kereta Bawah Tanah London Masih Diburu Polisi Inggris

Kepolisian Inggris masih terus memburu dalang teror bom di kereta bawah tanah London yang melukai 29 orang. Polisi menyebut ada sejumlah terduga pelaku yang sedang diburu.

“Kami sedang mengejar sejumlah tersangka,” terang pejabat senior antiterorisme pada Kepolisian Inggris, Mark Rowley, kepada wartawan seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (16/9/2017).

“Seseorang menanam bom rakitan ini di dalam Tube (kereta bawah tanahred). Kita harus berpikiran terbuka pada saat ini tentang pelaku dan kemungkinan rekanrekannya,” imbuhnya.

Rowley kembali menegaskan bahwa sejauh ini belum ada satupun tersangka yang ditangkap. Namun dia menegaskan penyelidikan atas insiden yang terjadi pada Jumat (15/9) pagi waktu setempat ini telah mengalami kemajuan yang sangat baik.

Ledakan terjadi di dalam rangkaian kereta bawah tanah London yang sedang berhenti di stasiun Parsons Green, London Barat pada Jumat (15/9) pagi sekitar pukul 08.20 waktu setempat. Sejauh ini jumlah korban luka bertambah menjadi 29 orang, namun tidak ada yang mengalami luka serius. Beberapa korban luka mengalami luka bakar akibat ledakan dan yang lain lukaluka setelah terinjakinjak saat berebut menyelamatkan diri.

Kepolisian Inggris telah memastikan bahwa ledakan itu dipicu sebuah bom rakitan. Namun kepolisian belum bisa memastikan siapa yang membawa bom itu ke dalam gerbong, termasuk apakah bom itu diledakkan dari jarak dekat atau dari jarak jauh dengan detonator atau penghitung waktu. Rowley enggan menjawab saat ditanya apakah pelaku berada di dalam kereta saat ledakan terjadi.

Penyelidikan dipimpin oleh Kepolisian Metropolitan London dengan didukung badan intelijen domestik Inggris, MI5. Ratusan detektif dari kepolisian Inggris dilibatkan dalam pemeriksaan CCTV, pemeriksaan forensik dan meminta keterangan para saksi mata.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas teror bom itu. Namun klaim ISIS tidak bisa diverifikasi secara independen. Diketahui selama ini ISIS selalu mengklaim bertanggung jawab atas setiap teror yang terjadi di wilayah Eropa.

“Sudah sangat menjadi rutinitas bagi ISIS, dalam situasi semacam ini, untuk mengklaim bertanggung jawab, terlepas apakah mereka memang terkait dengan individu yang terlibat,” sebut Rowley.