China Bantu Cari Pelaut AS yang Hilang di Laut China Selatan

Otoritas China membantu Amerika Serikat dalam mencari seorang pelaut AS yang hilang di perairan Laut China Selatan. Ini merupakan langkah kerja sama yang langka di perairan sengketa tersebut.

“Kapal Angkatan Laut Liuzhou China, yang melakukan tugastugas persiaoan tempur di perairan sekitar, melakukan koordinasi operasional bersama pihak AS dalam semangat kemanusiaan,” demikian disampaikan Kementerian Pertahanan China dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/8/2017).

Pelaut AS tersebut hilang pada Selasa (1/8) saat latihan militer gabungan ASJepang di Laut China Selatan. Personel Angkatan Laut AS itu terjatuh ke laut, namun tidak disebutkan lebih detail mengenai insiden tersebut.

Pasukan Pertahanan Diri Maritim Jepang atau Angkatan Laut Jepang mengkonfirmasi bahwa dua kapalnya serta beberapa helikopter ikut serta dalam upaya pencarian pelaut AS tersebut. Juru bicara Angkatan Laut Jepang mengatakan, latihan militer gabungan dengan AS saat ini telah dihentikan untuk fokus ke pencarian pelaut tersebut.

Identitas pelaut AS yang hilang tersebut belum dirilis ke publik sementara pencarian masih terus berlangsung. Lokasi pencarian juga tidak disebutkan secara detail.

Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah sebuah kapal penghancur milik Angkatan Laut AS bertabrakan dengan sebuah kapal kargo berbendera Filipina di perairan lepas pantai Jepang yang merupakan jalur sibuk perkapalan. Tujuh pelaut AS tewas dalam insiden itu.

Jasad mereka ditemukan oleh para penyelam sehari setelah tabrakan yang menyebabkan bagian sisi kapal militer USS Fitzgerald tersebut terkoyak besar. Ketujuh pelaut AS tersebut berumur 19 tahun hingga 37 tahun.