Cerita Sazkia yang Tolong Bule Terperosok Gorong-gorong di Dago

Bandung Selasa (3/10/2017) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, Sazkia Rosseina (32) hendak pulang ke kediamannya di Bukit Dago Utara, Bandung. Saat itu hujan gerimis. Ia mendengar rintihan meminta tolong di depan bangunan nomor 399. Rupanya seorang bule terperosok ke dalam lubang goronggorong.

Seorang turis yang sedang berlibur di Bandung itu bernama Merion (51), suaminya yang mendampingi bernama Herman, terlihat panik.

“Tadinya mau cuek karena kami dalam kondisi kehujanan dan membawa cucian. Tapi hati berkata lain, adik saya ngerem. saya bilang ke adik saya untuk lihat dulu, siapa tahu butuh bantuan,” ujar Sazki kepada detikcom melalui telepon genggam, Rabu (4/10/2017).

Ternyata setengah tubuh Marion masuk ke dalam goronggorong tersebut. Sazki melihat Marion kesulitan mengangkat tubuhnya. Ia kemudian menelepon 119 untuk meminta Ambulans. Namun tak kunjung datang.

“Lalu Marion mencoba mengangkat tubuhnya sendiri sampai bisa keluar dari selokan itu. Waktu saya lewat dia mengaduh dan minta tolong. Adik saya sudah pulang dan mengambil mobil, tapi kondisi kaki patah dan postur tubuh besar tidak memungkinkan untuk diangkat. Lalu terpikir kantor PMI di sebelah Pom Bensin dan akhirnya adik saya meluncur ke sana,” terang Sazki.

Beruntung paramedis dan Ambulans PMI cepat tanggap untuk memberikan pertolongan. “Ada empat orang dari PMI. Mereka baik sekali. Kemudian saya menemani Marion dan Suaminya Herman ke RS Borromeus. Setelah dirontgen, terlihatlah patah tulang kaki kiri 2 ruas dan 3 rusuk kanannya,” kata Sazki.

Menurut Sazki, Herman sempat mengeluarkan dompet dan hendak memberikan uang kepadanya. “Saya tolak, Herman memeluk saya dengan erat dan menyampaikan terima kasih berulang kali,” ungkap Sazki.

Herman dan Merion berada di Bandung untuk berwisata. Ia bersama Panorama Tour sedang menginap di Hotel Jayakarta yang berada tidak jauh dari lokasi terperosok.

Setelah kisahnya dituliskan di Facebook, menurut Sazki, trotoar langsung diperbaiki. Meski begitu, Ia berharap semua jalan di Kota Bandung ramah untuk pejalan kaki.

“Semoga jalan raya di Bandung semakin ramah. Trotoar berlubang atau penutupnya rusak bisa dicek berkala dan dibenahi. Serta penerangan cukup. Karena saat itu memang gelap, harus disinari pakai handphone,” kata Chief Marketing Officer Media Reka Citra tersebut.