Cerita Petani Garam Saat Hujan Mulai Datang

Petani garam di Sidoarjo gagal panen. Itu setelah kawasan Desa Banjar, Kemantren, Kecamatan Sedati, dilanda hujan satu hari.

Informasi yang dihimpun, hujan yang terjadi, Senin (23/20) membuat lahan petani yang penuh garam dipenuhi air hujan.

Salah satu petani garam, Supami (61) mengaku lahan garam yang siap panen rusak lantaran hujan deras. Bahkan lahannya sempat banjir dengan ketinggian air 30 vm.

“Kami gagal panen karena hari Senin kemarin turun hujan yang deras, bahkan sempat banjir,” kata Supami kepada detikcom di lokasi di ladang garamnya, Kamis (26/10/2017).

Supami menuturkan bahwa lahan yang digarap sebanyak 6 kolom. Jika tidak turun hujan, setiap kolomnya menghasilkan garam sekitar 150 hingga 200 sak.

“Setiap sak beratnya sekitar 50 Kg dan sampai saat ini harga garam masih membaik. Setiap sak sekitar Rp 135 ribu,” tutur Supami.

Hal senada disampaikan Santoso (37). Lantaran turun hujan, ladang garam yang sedang digarap gagal panen. “Lahan yang aku garap sebanyak 8 kolom, sebenarnya akan panen Rabu (25/10), namun karena Senin (23/10) turun hujan, akhirnya gagal panen,” kata Santoso.

Meski begitu, jelas Santoso, dia dan keluarganya tetap memanen ladang garamnya. “Pada saat hujan, kami berusaha untuk memanen, meskipun hasilnya tidak maksimal,” tambahnya.

Dia mengaku saat ini harga garam masih mahal dibandingkan tahunlalu. “Kita syukuri saja, ini kan ganguan cuaca. Semoga ke depan 2 hingga 3 bulan lagi masih panas, agar hasil panen garam melimpah,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *