Cerita Doan Thi Huong Soal Aksi yang Tewaskan Kim Jong-Nam

Terdakwa asal Vietnam, Doan Thi Huong, mengaku memang mengusapkan zat berminyak ke wajah Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Namun Doan tidak menyadari jika zat itu adalah racun VX.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, New Straits Times, Rabu (21/3/2018), pernyataan Doan dibacakan oleh pengacaranya, Hisyam Teh Poh Teik, dalam sidang yang kembali digelar pada Selasa (20/3) waktu setempat. Dalam kasus ini, Doan dan terdakwa asal Indonesia, Siti Aisyah, dijerat dakwaan pembunuhan dan terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah.

Doan mengungkap sosok Mr Y alias Ri Ji-Hyon, seorang warga Korut yang memerintahkan dirinya ‘menyerang’ Kim Jong-Nam. Doan tidak mengenal Kim Jong-Nam. Menurut Doan, dirinya diminta Mr Y untuk mengusapkan zat berminyak ke seorang pria gemuk dan botak yang memakai jaket, yang merujuk pada Kim Jong-Nam.

Disebutkan Doan, Mr Y saat itu menyebut pria yang ‘diserangnya’ sebagai aktor baru yang disewa perusahaan, untuk ikut serta dalam acara lucu-lucuan atau prank. Doan juga baru bertemu Aisyah, yang disebutnya sebagai aktris baru, sebelum mereka beraksi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari 2017 yang berujung kematian Kim Jong-Nam.

“Dia (Mr Y) memberitahu saya bahwa perusahaan menyewa seorang aktris dan seorang aktor baru untuk membuat video lebih bersemangat di YouTube,” sebut Doan. “Kami berdiri di dekat meja check-in (bandara) sebelum Mr Y menunjuk aktor itu kepada saya dan meletakkan zat berminyak ke tangan saya,” imbuhnya.

“Saya melihat si aktris baru yang mendekati aktor itu dari belakang sebelum saya mendekatinya dan mengusapkan tangan saya ke wajahnya. Saya meletakkan tangan saya di matanya dan menggosokan tangan saya ke wajahnya sebelum kabur dari lokasi,” tutur Doan dalam pernyataannya.

“Saya mencium bau tidak enak setelah aksi itu dan mengatakan maaf kepadanya (Kim Jong-Nam) sebelum saya pergi ke toilet di lantai dua untuk mencuci tangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doan juga menyatakan Mr Y sempat memberitahunya bahwa dia akan sibuk setelah 13 Februari dan tidak akan memakai telepon genggamnya selama sehari. Doan kembali ke KLIA pada 15 Februari karena sebelumnya diberitahu akan syuting video prank lainnya.

“Saya tiba sekitar pukul 08.00 waktu setempat dan menghubunginya (Mr Y) beberapa kali tapi dia mematikan telepon genggamnya. Setelah itu saya menelepon Uber untuk kembali ke hotel sebelum polisi menangkap saya,” cerita Doan. “Saya tidak tahu bahwa si aktor telah tewas hingga 16 Februari ketika polisi memberitahu saya soal insiden itu. Saya pikir Mr Y memanfaatkan saya saat merekam video pada 13 Februari,” imbuhnya.

Dalam sidang, Hisyam menyatakan kliennya tidak tahu bahwa zat berminyak yang ada di tangannya saat melakukan prank adalah racun VX. Hisyam juga menyebut Doan sudah beberapa kali syuting video prank dengan Mr Y di Vietnam. Salah satu target dalam aksi itu adalah seorang pejabat pemerintah Vietnam yang baru kembali dari Singapura pada 2 Februari lalu.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *