Cegah Penyerangan di Masjid, Polisi Bandung Ikut Salat Berjamaah

Sejumlah polisi berseragam lengkap di Bandung akan rutin menyambangi masjid saat waktu salat tiba. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya gangguan terhadap ulama atau masyarakat melaksanakan ibadah.

“Ini salah satu langkah kita dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada ulama, jemaah dan masyarakat yang beribadah di masjid,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo usai menyambangi Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Minggu (18/2/2018) siang.

Hendro menuturkan beberapa kasus penyerangan terhadap tokoh muslim di Jabar yang terjadi akhir-akhir ini otomatis membuat resah masyarakat. Oleh karenanya, sambung Hendro, polisi di Bandung hadir ke tengah-tengah masyarakat guna membuat rasa aman bagi masyarakat.

Selama waktu salat, sambung Hendro, seluruh anggota polisi di Bandung telah diinstruksikan datang ke masjid atau musala yang berada di dekatnya. Polisi akan menggunakan seragam lengkap selama menjalankan ibadah.

“Dengan menggunakan pakaian dinas lengkap, otomatis masyarakat akan merasa tenang dan aman. Ini juga untuk mencegah orang tak bertanggung jawab mengganggu masyarakat,” tuturnya.

“Selain ikut salat berjamaah, anggota juga sudah diinstruksikan untuk memberikan pemahaman dan mencegah isu-isu yang berkembang,” kata Hendro menegaskan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terjadi penyerangan terhadap Kh Umar Basri di masjid pondol pesantrennya di Cicalengka. Umar dianiaya hingga masuk rumah sakit oleh pelaku diduga gangguan jiwa. Selang beberapa hari, Ketua Brigade PP Persis Ustaz Prawoto juga dianiaya orang diduga gangguan kepribadian. Prawoto tewas di tangan tetangganya sendiri Asep Maftuh.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *