Catalunya Akan Segera Proklamasikan Kemerdekaan dari Spanyol

Catalunya akan memproklamasikan kemerdekaan dari Spanyol dalam hitungan hari, kata pemimpin daerah otonomi tersebut kepadaBBC.

Dalam wawancara pertama sejak referendum hari Minggu (01/10), Carles Puigdemont mengatakan pemerintahannya akan “bertindak pada akhir pekan ini atau awal pekan depan”.

Ketika ditanya apa yang akan dia lakukan jika pemerintah Spanyol mengintervensi dan mengambil alih pemerintahan Catalunya, Puigdemont menegaskan bahwa tindakan itu bakal menjadi “sebuah kesalahan yang akan mengubah segalanya”.

Puigdemont mengungkap bahwa saat ini tiada hubungan antara pemerintah pusat dan daerah otonomi Catalunya.

Dia menepis pernyataan Komisi Eropa pada Senin (02/10), bahwa rangkaian peristiwa di Catalunya adalah urusan dalam negeri Spanyol.

Massa prokemerdekaan meneriakkan yelyel antipemerintah Spanyol di pusat Kota Barcelona. 

Pidato Raja Spanyol

Sebelumnya, Raja Spanyol Felipe VI mengecam pihak pengelola referendum kemerdekaan Catalunya pada Minggu (01/10) karena menempatkan diri mereka di luar hukum.

Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi nasional, raja mengatakan pemungutan suara itu tidak sah dan tanpa menghormati hukum maka tidak akan ada kebebasan maupun perdamaian.

“Mereka sudah melanggar prinsip demokratis dari penegakan hukum,” tambah Raja merujuk pada pemerintah daerah Catalunya.

Raja Felipe VI memperingatkan pula bahwa pemungutan suara bisa membawa risiko ekonomi kepada wilayan Catalunya yang makmur dan juga ke seluruh Spanyol.

Namun dia menegaskan bahwa Spanyol akan mengatasi waktuwaktu yang sulit.

Warga Barcelona menyaksikan pidato Raja Felipe VI melalui siaran televisi. 

Wartawan BBC di Barcelona, Patrick Jackson, melaporkan bahwa pidato Raja Felipe ditanggapi dengan cemoohan warga Barcelona yang menyaksikannya melalui siaran televisi.

Sejumlah warga menilai raja telah menyuarakan posisi pemerintah Spanyol, tanpa menyebut berbagai aksi pemukulan polisi terhadap pemilih dan tiada seruan dialog antara pemerintah pusat dan Catalunya.

Pada Selasa (03/10), ratusan ribu orang di wilayah Catalunya menggelar unjuk rasa atas kekerasan yang dilakukan polisi saat berupaya mencegah berlangsungnya referendum, yang menyebabkan sekitar 900 orang cedera.

Dalam unjuk rasa di Barcelona saja, sekitar 700.000 orang turun ke jalanjalan, seperti diperkirakan aparat polisi yang dikutip kantor berita AFP walau belum ada pengukuhan resmi tentang jumlah pengunjuk rasa.

Massa prokemerdekaan Catalunya memblokade jalan di pusat Kota Barcelona sembari membentangkan spanduk bertuliskan, Pasukan pendudukan keluar! Demonstran prokemerdekaan memblokade jalan di depan kantor polisi di Barcelona, pada Selasa (03/10).

Related Post