Bupati Ngawi Janji Beri Penghargaan Penemu Fosil, Apa Itu?

Bupati Ngawi Budi Sulistiyono angkat bicara soal harapan Sarno (45), petani penemu fosil gajah purba. Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi, berjanji akan memberikan penghargaan.

“Tetaplah kita akan kasi atas jerih payah. Pasti akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Daerah,” jelas Kanang saat dihubungi detikcom, Sabtu (31/3/2018).

Sarno (45) petani penemu fosil gajah purba di Dusun Grudo Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi berharap ada uang ganti rugi atau uang lelah. Meski tidak menyebutkan nilai tertentu, Sarno mengungkapkan, saat ini kondisi sebagian tanaman kacang tanahnya rusak terinjak-injak oleh pengunjung yang penasaran ingin melihat lokasi penemuan.

Meski tidak menyebut detail bentuk penghargaan, namun pihaknya akan memberikan moril dan materiil. Kini, bupati bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ngawi, akan koordinasi dengan pihak Kepala Kawasan Pemangkuan Hutan KPH Saradan di Kota Madiun.

“Kita nanti lewat Dispora berkoordinasi dengan KPH Saradan soal mekanismenya seperti apa jika fosil tersebut dibawa untuk melengkapi koleksi museum Trinil di Ngawi,” tambahnya.

Fosil tersebut ditemukan saat dirinya membersihkan rumput disekitar ditanaman sengon, di lahan perhutani BKPH Desa Rejuno, Selasa (27/3/2018). Saat ini fosil-fosil hewan purba Stegodon atau gajah purba yang berjumlah 94 tulang kaki dan bentuk serpihan diamankan di kantor perhutani BKPH Desa Rejuno Kecamatan Karangjati. Selain fosil gajah juga ada satu buah fosil tanduk banteng.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *