Bupati Anas Pastikan Jembatan Ambrol Karena Banjir Akan Dibangun

Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau jembatan ambrol akibat diterjang banjir di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Anas memastikan jembatan tersebut akan segera dibangun dengan menggunakan dana APBD 2018.

“Ini merupakan hal urgent. Segera akan kami bangun kembali menggunakan anggaran (APBD) 2018 ini,” ungkap Anas kepada wartawan.

Rencana pembangunan tersebut, lanjut Anas, hanya berkisar pada bangunan jembatan saja. Hal ini dikarenakan wilayah terdampak banjir tersebut, berada dalam kawasan Perhutani yang membutuhkan regulasi tertentu untuk dilakukan pembangunan.

“Tempat ini, merupakan kawasan khusus yang masuk ke wilayah Perhutani. Jadi, tidak bisa Pemda melakukan pembangunan seperti halnya jalan. Tetapi, pada bagian-bagian yang urgen seperti jembatan ini, bisa kami upayakan,” terang Anas, Senin (15/1/2018).

Untuk pembangunannya sendiri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyuwangi Mujiono menjelaskan, paling tidak membutuhkan waktu selama tiga bulan. Hal ini dikarenakan perlu melakukan studi dan pembetonan terlebih dahulu.

“Kami harus menghitung dulu tinggi, lebar, dan panjangnya. Kemudian juga alur lainnya. Setidaknya tiga bulan akan kami laksanakan,” ungkap Mujiono.

Untuk sementara, lanjut Mujiono, dibangun jembatan darurat untuk mengganti fungsi jembatan yang ambrol. “Kami bangun jembatan darurat dengan kayu lebih dahulu sembari menunggu selesainya jembatan yang baru,” tutur Mujiono.

Jembatan yang ambrol tersebut adalah jembatan Babakan yang menghubungkan Pancer dengan wana wisata Wedi Ireng. Selain itu, jembatan tersebut mendesak untuk dibangun karena di seberang sungai dihuni oleh 77 kepala keluarga yang saban hari melakukan aktivitas ke Pancer dan daerah sekitarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan ambrol tersebut akibat banjir yang melanda sebagian Kecamatan Pesanggaran pada Rabu malam (10/1/2018)lalu. Hal ini dikarenakan oleh siklus banjir yang menimpa setiap lima belas tahun sekali. Sejak hari pertama, Pemerintah Daerah Banyuwangi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penanganan sejak awal.

“Kami langsung mendatangkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan assasment. Kami kirim juga perlengkapan evakuasi seperti perahu karet, pompa penyedot air, pelampung hingga dapur umum,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *