BNN Temanggung Tangani 51 Kasus Pengguna Narkoba

Magelang Badan Narkotika Nasional (BNN) Temanggung tengah melakukan rehabilitasi terhadap 51 orang yang terbukti menyalahgunakan narkotika, psikotropika, obat terlarang (narkoba). Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya adalah warga Temanggung.

“Dari Bulan Januari 2017 sampai sekarang, ada 51 orang se Karesidenan Kedu yang menyalahgunakan narkoba. Ada yang pelajar, ada yang pekerja juga. Terbanyak dari Temanggung, sekitar 80 persen,” jelas Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Temanggung, Sonny Hendrawan, usai penyuluhan penyalahgunaan narkoba di SMAN 3 Kota Magelang, Selasa (12/9/2017).

Secara umum, lanjut Sonny, penyalahgunaan narkoba paling banyak dilakukan oleh kalangan pekerja yang mencapai prosentase 50 persen, kemudian pelajar 27 persen, dan tidak bekerja 23 persen. Saat ini, dari 51 kasus yang ditangani BNN Temanggung, terdapat satu orang pelajar dengan usia termuda.

“Pelajar tersebut berusia 14 tahun dari Magelang. Dia mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Sekarang sedang dalam tahap pemulihan,” ungkapnya.

Tak hanya dari Magelang, BNN juga menangani pelajar dari wilayah Temanggung sebanyak sembilan anak. Mereka dilaporkan mengkonsumsi narkoba berupa pil excimer pada bulan Maret 2017 lalu di kawasan sekolah.

“Mereka siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Temanggung. Kami tahu, karena ada siswa yang melapor. Kini, mereka sedang menjalani rehabilitasi,” terang Sonny.

Menurutnya, tren penyalahgunaan narkoba memang terus mengalami peningkatan, terutama di kalangan remaja. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut diantaranya pergaulan, keluarga, ekonomi, dan sifat individu.

“Selain itu, peredaran narkoba juga sangat banyak sehingga mudah bagi remaja maupun pelajar untuk mendapatkan. Tugas kita bersama untuk mengantisipasi agar kondisi ini tidak terus memburuk,” katanya.

Sementara, Ketua Panitia Sosialisasi, Budi Handoko mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan BNN sengaja menyasar pelajar dalam penyuluhan penyalahgunaan narkoba.

“Karena mayoritas pengkonsumsi narkoba saat ini adalah remaja, mulai dari pelajar sampai mahasiswa. Kita memilih Magelang sebagai lokasi sosialisasi karena termasuk salah satu daerah dengan pengkonsumsi narkoba terbesar,” kata Budi.