Bertemu Putin, Duterte Berterima Kasih untuk Bantuan Ribuan Senapan

Da Nang Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di selasela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Da Nang, Vietnam. Duterte secara hangat mengucapkan terima kasih pada Putin untuk bantuan senjata dari Rusia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/11/2017), Duterte juga menyatakan Filipina akan membeli lebih banyak persenjataan dari Rusia di masa mendatang.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dari rakyat Filipina untuk bantuan yang saat itu diberikan Rusia, dengan memberikan kami truk dan persenjataan,” ucap Duterte saat bertemu dengan Putin di Da Nang, Vietnam.

Duterte menyatakan, militer Filipina merasa senang atas bantuan senjata itu.

Duterte dan Putin menggelar pertemuan bilateral di selasela KTT APEC di Vietnam Foto: AFP PHOTO/Sputnik/Mikhail KLIMENTYEV
Bulan lalu, Rusia mengirimkan sejumlah truk militer dan ribuan senapan serbu Kalashnikov ke Filipina, yang diterima langsung oleh Duterte. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengunjungi langsung Manila untuk menyerahkan bantuan senjata itu.

Kunjungan Shoigu menjadi kunjungan pertama seorang Menhan Rusia ke negara yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS). Diketahui bahwa hubungan Rusia dan AS kini tidak terlalu akrab. Pengiriman bantuan senjata dari Rusia ke Filipina itu juga diyakini sebagai yang pertama dilakukan.

Pada Oktober, militer Filipina menyatakan pertempuran sengit di Marawi, yang sempat diduduki militan proISIS telah berakhir setelah berlangsung selama 5 bulan terakhir. Militer Filipina yang memiliki persenjataan tidak terlalu bagus, berjuang keras untuk mengusir militan proISIS.

“Itu merupakan persenjataan dengan presisi tinggi. Kami harus memimpin pertempuran jenis baru, kami harus memerangi penembak jitu… kami bertempur dari rumah ke rumah. Itu tidak mudah,” ucap Duterte kepada Putin dalam pertemuan itu.

“Persenjataan yang kami terima dari Rusia, merupakan persenjataan modern, telah diberikan kepada resimen polisi khusus. Itu sangat penting. Saya berniat untuk terus membeli persenjataan ini di masa mendatang,” imbuh Duterte.

Dalam tanggapannya, Putin menyebut bahwa Senjata itu penting. Namun kesiapan untuk memerangi ancaman terorisme jauh lebih penting. “Kita siap untuk mengembangkan hubungan kita, termasuk sektor militer,” ucap Putin.