Beri Layanan Lebih, Budi Tak Naikkan Tarif Parkir

Budi Santoso (56) tidak menaikkan tarif parkir saat membersihkan helm, jok dan spion kepada semua kendaraan yang diparkir di tempatnya. Tarif parkir hanya Rp 1.000 dan tidak mempermasalahkan bila ada yang tidak membayar.

Kalaupun ada yang memberikan uang lebih dari Rp 1.000, dia menolak dan mengatakan terlalu banyak.

Semua kendaraan yang di parkir di warung makan tempat dia bekerja dibersihkan helm, jok dan spionnya. Dengan cara seperti itu, dia lebih leluasa mengawasi semua kendaraan yang di parkir warung makan yang terletak di sebelah utara kolam renang, Universitas Negeri Yogyakarta. Warung makan itu berada di Kampung Kuningan, Desa Catur Tunggal, Depok Sleman, tidak jauh dari Jl Kolombo.

“Enggak ngasih (memberi) juga gak apaapa,” kata Budi, yang juga warga Caturtunggal, Depok, Sleman.

Meski memberikan pelayanan lebih, nyatanya tarif parkir yang dipatok Budi tergolong murah. Padahal ratarata tarif parkir di Kota Yogyakarta dan sekitarnya Rp 2 ribu per sepeda motor. Alasan Budi mematok tarif Rp 1.000, karena yang mampir di warung tersebut kebanyakan mahasiswa.

“Kan tidak semua mahasiswa dari keluarga kaya, ya kasihan kalau harus membayar (parkir) lebih dari Rp 1.000,” jelasnya.

Namun, kata Budi, terkadang ada satu atau dua orang yang parkir memberikan uang lebih kepada dirinya. Bahkan suatu ketika pernah ada seseorang yang memberikan uang Rp 50 ribu, sebagai jasa telah menjaga dan membersihkan sepeda motor miliknya.

“Katanya sih simpati dengan kerja keras saya,” pungkasnya.