Bercerai di Pilgub Jabar, Ahmad Syaikhu Kunjungi Deddy Mizwar

Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu tak kesampaian mewujudkan asa mereka untuk berduet di Pilgub Jawa Barat usai PKS selaku pengusung Syaikhu lebih memilih mengusung Mayjen (purn) Sudrajat bersama Gerindra. Meski demikian, silaturahmi keduanya tetap berjalan.

Seperti diungkapkan Deddy Mizwar melalui akun Instagram resminya, @deddy_mizwar, Sabtu (30/12/2017), dirinya mengunggah foto saat menerima kunjungan Syaikhu bersama beberapa pengurus DPW PKS Jawa Barat. Pertemuan itu, dijelaskan Deddy, berlangsung hangat.

“Seperti halnya malam ini, di rumah dinas saya, Ustadz Ahmad Syaikhu beserta sejumlah pengurus inti DPW PKS Jawa Barat, datang bersilaturahmi dan mengalirlah perbincangan yang sangat hangat penuh kekeluargaan di antara kami. Sambil bersama makan jagung, kacang, dan ubi rebus, kami saling bercanda yang makin menguatkan persahabatan kami,” tutur Deddy.

Dikunjungi Syaikhu, Deddy tak bisa menyembunyikan perasaannya. Dia mengaku sangat terharu.
Pertemuan itu disebut Deddy penuh dengan suasana kesantunan. Wagub Jabar itu mengaku mendapat pelajaran penting dari pertemuannya dengan Syaikhu, yaitu tentang sikap politik.

Berikut pernyataan lengkap Deddy soal pertemuannya dengan Syaikhu, seperti dikutip dari Instagram resminya:

Saya selalu percaya bahwa kader-kader PKS adalah orang-orang yang penuh kesantunan dan kalangan yang selalu menjaga silaturahmi sebagai bagian dari akhlak mulia.

Seperti halnya malam ini, di rumah dinas saya, Ustadz Ahmad Syaikhu beserta sejumlah pengurus inti DPW PKS Jawa Barat, datang bersilaturahmi dan mengalirlah perbincangan yang sangat hangat penuh kekeluargaan di antara kami. Sambil bersama makan jagung, kacang, dan ubi rebus, kami saling bercanda yang makin menguatkan persahabatan kami.

Dengan penuh kesantunan, mereka menyampaikan bahwa mereka mematuhi keputusan dari DPP PKS, dan hal itu amat sangat saya bisa pahami. Tentunya andai saya ada di posisi mereka, bisa jadi saya pun akan melakukan hal yang sama. Justru itu menunjukkan sikap loyalitasnya yang sempurna pada partainya, saya sangat respek dengan hal tersebut.

Malam hari ini saya mendapatkan sebuah pelajaran penting, bahwa dalam dinamika politik yang ada, sikap-sikap politik adiluhung yang harus senantiasa kita hadirkan. Ustadz Syaikhu dan pengurus inti DPW Jawa Barat telah menunjukkan sikap politik adiluhung itu, sesuatu yang makin hari makin langka kita temui.

Dinamika politik hendaknya kita maknai sebagai sebuah kontestasi persahabatan, bukan ajang untuk berakhir pada saling benci dan caci maki sesama anak bangsa. Masyarakat adalah modal utama dalam pembangunan bangsa, maka persatuan dan kesatuan harus dikedepankan. Inilah mengapa saya tidak pernah terlalu tertarik menggulirkan isu SARA dalam kontestasi pilkada, sesuatu yang pada masyarakat akar rumput bisa jadi hanya akan menyisakan perasaan saling benci yang justru kontraproduktif untuk kita bersama meretas peradaban madani di bumi pertiwi.

Terima kasih sahabat-sahabat PKS, insya Allah kita senantiasa berjalan seiring untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran. Seperti tadi Ustadz Nur Supriyanto (Ketua DPW PKS Jabar) katakan di pertemuan silaturahmi yang indah itu, kurang lebihnya sebagai berikut: “Semua sudah Allah catat di Lauh Mahfudz, mari kita berkontestasi. Jika kami yang menang, maka Insya Allah ada Ustadz Syaikhu disana. Namun jika kami tidak menang, maka Insya Allah ada Bang Demiz disana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *