Begini Rencana Bangunan Rutan Baru di Boyolali

Pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) baru Boyolali sudah dimulai. Tahun 2017 ini, Pemkab Boyolali membangun pagar keliling setinggi 6 meter.

“Pagar seluruhnya cor beton dengan (tulang) besi ulir setinggi 6 meter,” ujar Bupati Boyolali, Seno Samodro, dalam peletakan batu pertama relokasi Rutan kelas IIB Boyolali, Sabtu (9/12/2017).

Di atas pagar tersebut nantinya masih ditambah kawat berdiri dengan tinggi 1 meter. Pemkab Boyolali mengalokasikan anggaran Rp 2,89 miliar di tahun 2017 ini untuk pembangunan pagar tahap pertama dengan panjang 252 meter.

Proses pembangunan rutan baru di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Kemudian untuk tahun 2018, akan dianggarkan lagi sekitar Rp 8 miliar. Anggaran sebesar itu untuk pembangunan hunian Rutan dan melanjutkan pembangunan pagar sepanjang 92 meter.

“Selanjutnya, negara diharapkan menganggarkan sisa biaya melalui APBN 2018 Perubahan dan APBN 2019 Murni,” katanya.

Pembangunan rutan baru ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 48 miliar secara bertahap. Ditargetkan selesai tahun 2019 mendatang.

Bupati Boyolali merelokasi Rutan kelas IIB Boyolali ke lokasi yang baru. Rutan yang ada saat ini di jalan Merbabu No 15, dinilai sudah tidak layak lagi. Luas lahannya hanya 2.800 meter persegi.

Rencana pembangunan rutan baru di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Sedangkan luas bangunannya hanya 184 meter persegi dengan kapasitas 38 orang. Namun saat ini dihuni 176 orang Napi dan tahanan. Sehingga terjadi over kapasitas.

Rutan yang baru dibangun di wilayah Dukuh Masahan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Terletak di sebelah timur Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan Mojosongo atau di belakangnya SD Negeri Masahan.

Luas lahannya mencapai 14.300 meter persegi. Bangunan Rutan baru ini didasarkan pada Kepmen Kehakiman dan HAM RI No. M.01.PL.01.01 tahun 2003 tentang pola bangunan unit pelaksana teknis pemasyarakatan.

Berdasarkan desain rencana, Rutan baru tersebut akan memiliki kapasitas 495 penguni. Terdiri 480 orang untuk hunian pria yang ditempatkan dalam tiga blok, serta satu blok wanita dengan kapasitas 15 orang.

Rutan tersebut juga akan dilengkapi dengan satu lapangan yang ada di tengah komplek rutan. Kemudian ada gedung utama, gedung teknik, balai latihan kerja, dapur, poliklik, masjid, tempat ibadah serta tiga rumah dinas.

“Areal parkir mampu menampung 200 mobil,” jelas Seno Samodro.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, bersama Bupati Boyolali, Seno Samodro, melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi Rutan kelas IIB tersebut.

Kepala Rutan kelas IIB Boyolali, Muhammad Ali, mengatakan Rutan yang baru nantinya akan diusulkan untuk naik tipe menjadi Lapas kelas III.

Related Post