Begini Rancangan Dekorasi Jawa Klasik untuk Pernikahan Kahiyang

Rancangan dekorasi pernikahan Kahiyang. Solo Pernikahan putri presiden, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution akan dilaksanakan di gedung Graha Saba Buana dengan adat Jawa. Dekorasi gedung pun akan didesain berkonsep Jawa klasik. Begini rancangannya.

Sama seperti pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, dekorasi gedung kembali ditata oleh Asmoro Decoration. Pemiliknya, Ranu Asmoro, mengatakan dekorasi kali ini tidak jauh berbeda dengan konsep pada pernikahan Gibran.

“Intinya masih klasik, Jawanya kental. Background belakang (pelaminan), kalau kemarin Mas Gibran kan full gebyok, kalau yang ini saya modifmodif dulu,” kata Ranu di kantornya, Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo, Senin (16/10/2017).

Selain sebagai latar belakang pelaminan, gebyok juga akan dipasang di lokasi photo booth. Panitia pernikahan menyiapkan dua titik lokasi photo booth bernuansa Jawa.

“Ada dua titik di luar gedung, model gebyoknya dibuat sama. Gebyoknya tetap asli, tapi ada bagianbagian yang dicombine,” ujarnya.

Untuk menambah nuansa Jawa, beberapa properti pewayangan akan dimunculkan di titiktitik tertentu. Sedangkan untuk memunculkan nuansa elegan, dia menggunakan warna dominan merah marun.

Hiasan bunga dan tanaman pun dia pilih menyesuaikan konsep Jawa Klasik. Beberapa bunga yang akan digunakan, yaitu casablanca, tulip dan anggrek.

“Lalu yang wajib itu bunga sedap malam, Jawa banget itu. Kemudian kita pakai daundaun di atas pelaminan biar kelihatan Jawa. Kalau modern biasanya pakai bunga putih,” kata dia.

Lebih lanjut Ranu mengatakan, untuk acara kali ini, penata dekorasi hanya diberi waktu dua hari untuk mempercantik ruangan. Sebab, gedung Graha Saba Buana, lokasi pernikahan Kahiyang, masih disewa pada tiga hari sebelum acara.

“Acaranya kan Rabu. Minggu itu masih dipakai. Jadi kita baru bisa mulai Minggu malam. Itupun Selasa harus clear, sebab sudah harus steril,” kata Ranu Asmoro.

Berbeda dengan saat acara pernikahan Gibran dua tahun lalu. Dia lebih leluasa karena diberi waktu empat hari menyelesaikan proses dekorasi.

Ranu mengaku akan mengerjakan dekorasi siang dan malam. Dia juga akan menambah personel agar menyelesaikan penataan lebih cepat.

“Kan kita tinggal atur tenaganya, kita bagi, sifsifan. Pasti enggak berhenti. Dulu sih tenaganya 80 orang, sekarang mungkin ditambah 100an orang,” kata dia.