Begini Perjuangan Ibu Rawat Yudo yang Hanya Terbaring 34 Tahun

34 Tahun sudah Yudo Utomo terbaring tak berdaya karena kondisi cacat yang dialaminya sedari kecil. Untuk mengurusnya tentu bukanlah perkara mudah.

Sang ibu, Kasih mengaku ayah Yudo telah meninggalkannya sejak anak semata wayang mereka itu berusia dua tahun. Hingga sebesar ini, semua keperluan Yudo diurus oleh Kasih, seorang diri.

Biasanya sebelum berangkat bekerja, Kasih akan meletakkan anaknya di lantai depan kamar. Dan di malam hari, wanita berusia 55 tahun itu memindahkannya ke kamar, juga seorang diri.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Kasih berjualan gorengan dan jajanan yang diambil dari orang-orang yang peduli kepadanya. Biasanya ia hanya mengambil untung Rp 10-13 ribu dalam sehari.

Sebagai tambahan, Kasih juga bekerja serabutan manakala tetangga membutuhkan tenaganya untuk mencuci pakaian atau bersih-bersih rumah.

“Alhamdulilah setiap bulan dapat bantuan dari dealer motor dan BAZ (Badan Amil Zakat). Sudah 5 tahun lebih ini. Kalau dari pemerintah ya beras raskin 5 kg setiap bulan,” ungkapnya.

Bantuan yang ditotal mencapai Rp 700.000 itu pun habis untuk memenuhi kebutuhan Yudo, di antaranya untuk membeli obat, susu, telur dan bahan pokok lainnya.

Namun Kasih tak hanya menanggung hidup Yudo, sebab sang adik, Poniyati (47), janda satu anak, kini juga tinggal bersamanya. “Ya itu satu karung (beras raskin, red) dibagi 3,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kasih mengakui jika kondisi rumah yang dihuninya jauh dari kata layak. Rumah itu hanya berukuran 6 x 9 meter.

Kayu atapnya sudah rapuh dan Kasih khawatir jika sewaktu-waktu atap itu akan roboh menimpa anaknya jika ia terpaksa harus meninggalkannya untuk pergi berjualan keliling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *