Begini Kondisi Korban Keruntuhan Girder Proyek Tol di Pasuruan

Empat girder flyover proyek Tol PasuruanProbolinggo di Grati, Kabupaten Pasuruan, ambruk. Tiga orang menjadi korban ambruk girder tersebut.

Satu orang tewas sementara dua orang lainnya mengalami patah tulang. Semua korban merupakan pekerja proyek.

“Korban tewas diketahui bernama Heri, yang merupakan mekanik alat berat PT Waskita. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RSUD Purut (dr R Soedarsono) Pasuruan,” kata Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo, di Mapolsek Grati, Minggu (29/10/2017).

Heri tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya hancur tertimpa grider dan hanya menyisakan sebagian tubuhnya yang tak ikut tertimpa.

Selain korban tewas, ada dua pekerja lain yang mengalami luka. Mereka adalah Sugiono, sopir mekanik PT Waskita, yang mengalami luka patah kaki dan Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti (sub kontraktor PT Waskita) yang mengalami luka di punggung.

Sugiono saat itu berada di pikap yang ada di sekitar lokasi. Pikap tersebut tertimpa reruntuhan girder. Sugiono yang berada di dalam pikap terjepit di kabin. Untunglah dia berhasil dikeluarkan namun mengalami patah tulang kaki.

Sementara Nurdin berusaha menyelamatkan diri saat girdergirder itu mulai terjatuh. Nurdin lari dan selamat, namun patahan material masih sempat menimpa dirinya sehingga ia mengalami patah tulang punggung.

“Korban luka dirawat di RSUD Bangil,” jelasnya.

Sirat (60), paman dari Manan, salah satu pekerja yang selamat dari insiden tersebut mengatakan. Keponakannya juga ikut berada di bawah girder sebelum ambruk.

“Begitu ambruk, dia lari ke kiri sehingga selamat. Sementara yang meninggal lari ke arah sebaliknya,” jelasnya.