Begini Beda ‘Bumi dan Langit’ Jakarta dengan Marawi

Pemasang bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, dalam surat kalengnya, menyatakan ingin menjadikan Jakarta sebagai kota Marawi. Diketahui kota di Filipina tersebut saat ini diduduki oleh kelompok Maute yang terafiliasi dengan ISIS. Polisi menyatakan dari berbagai segi Jakarta sangat berbeda dengan Marawi. Beda dua kota ini memang bak bumi dan langit.

Apa bisa Jakarta disamakan seperti Marawi?

Baik Jakarta maupun Marawi sama-sama menyandang status sebagai ibu kota. Jakarta merupakan ibu kota dari Indonesia, sementara Marawi adalah ibu kota dari provinsi Lanao del Sur di wilayah Otonomi Muslim Mindanao Filipina.

Terdapat lima wilayah kota administrasi di Jakarta dan satu kabupaten administratif yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Total luas keseluruhan wilayah tersebut yakni 661 kilometer persegi.

Sementara Marawi memiliki luas wilayah sebesar 87,55 kilometer persegi dan dibagi menjadi 96 kabupaten kecil.

Data sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 mencatat jumlah penduduk di Jakarta mencapai 10.177.924 orang. Jumlah itu dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 1,02 persen. Di Marawi, data penduduk pada 2015 lalu, dihuni sekitar 205 ribu jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sebagai ibu kota negara, Jakarta turut menjadi magnet bagi pendatang dari daerah lain dan membuat arus urbanisasi begitu tinggi di kota ini. Keberagaman penduduk pun juga dapat dilihat di Jakarta baik dari segi agama, suku, ras dan budaya sejak abad 17-18.

Sementara Marawi, masuk dalam kota dari tiga pulau besar yakni Mindanao, Basilian dan Jolo. Kawasan tersebut bergejolak sejak 5 abad lalu. Banyak kelompok radikal yang tumbuh di sana dengan tujuan memisahkan diri dari Filipina.

Kota tersebut kini masih diduduki oleh kelompok Maute yang terafiliasi dengan ISIS. Perang antara kelompok militan dengan tentara Filipina tak terelakkan. Perang dimulai apda Selasa 23 Mei 2017.

Militan menguasai Rumah Sakit Anai Pakpak dan meminta pegawai meninggalkan RS. Mereka kemudian mengganti bendera Filipina dengan bendera menyerupai ISIS. Hingga saat ini tentara Filipina masih berusaha untuk merebut Marawi dari kelompok Maute.

Sudah ratusan orang tewas dalam pertempuran tersebut dan banyak warga yang mengungsi keluar dari Marawi.

Polisi Pastikan Jakarta Tak Bisa Dijadikan Seperti Marawi

Polri menyatakan ancaman untuk menjadikan Jakarta sama seperti Marawi itu tak mungkin terwujud.

“Ya ini Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, kalau di Marawi kan beda. Menurut saya pribadi, tanaman kalau diletakkan di tanah yang tidak subur, dia tidak akan bisa tumbuh,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Selasa (4/7/2017).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *