Bayi yang Dikubur di Pekarangan Boyolali Meninggal Karena Diaborsi

Polres Boyolali telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penemuan kuburan bayi di Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kasus itu ternyata bukan dari persalinan biasa, namun praktek aborsi.

Kedua tersangka yaitu Reni Eka Saputri (19), yang menggugurkan kandungannya dan Airin Sugesti (33), bidan yang membantu menggugurkan kandungan Reni. Airin bekerja sebagai asisten dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Solo.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi di mapolres di Jl Solo-Semarang, Mojosongo, mengatakan, kedua tersangka dikenakan Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yakni pasal 194.

“Dengan berlakukan UU Kesehatan (Lex specialist), maka bagi pelaku maupun pembantu aborsi sama-sama dikenakan ancaman pidana yang diatur dalam Pasal 194 UU kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” kata Aries Andhi dalam keterangan pers Kamis (4/1/2018) di Mapolres setempat.

Selain itu, lanjut dia, bagi pelaku aborsi yakni tersangka Reni dikenai Pasal 346 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun. Sedangkan Airin, yang membantu menggugurkan kandungan juga dikenai Pasal 348 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Menurut dia dari hasil otopsi di RSUD Dr Moewardi Solo, kondisi bayi itu saat digugurkan organ tubuhnya sudah lengkap. Alat kelaminnya sudah terlihat.

“Perkiraan saya, umur kandungannya sekitar 6 bulan,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, kehamilan tersangka tersebut hasil dari hubungan gelap dengan pacarnya. Namun setelah mengetahui Reni hamil, pacarnya tersebut meninggalkannya.
Diduga karena malu, Reni kemudian mencari cara bagaimana menggugurkan kandungannya tersebut. Akhirnya, melalui perantara orang lain, berhasil menghubungi Airin untuk meminta bantuan melakukan aborsi.

Diketahui, Reni selama ini hidup hanya sendirian di rumahnya di Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi. Sedangkan kedua orang tuanya bekerja di Serang, Jawa Barat.

Sementara itu, Airin mengkui membantu menggugurkan kandungan Reni. Dia mengaku dihubungi oleh seseorang berinisial B, yang mengatakan ada yang minta bantuan menggugurkan kandungan.

“Sebelum tahun baru (2018) lalu. Saya sebenarnya sudah tidak mau. Bilangnya ke saya, umur kandungannya baru dua bulan,” kata Airin di Mapolres Boyolali.

Dia juga mengaku baru pertama kali ini membantu menggugurkan kandungan. Menurut dia, saat dilahirkan orok itu sudah dalam kondisi meninggal.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *