Bau dan Kotor, Ini Dia Kandang Kambing Tempat Tinggal Kakek Datam

Brebes Di usianya yang sudah lanjut, Datam (72) warga Desa Geger Kunci, Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hidup sebatang kara. Tidak hanya hidup sendirian Datam juga harus hidup di kandang kambing.

Kakek ini terpaksa hidup di tempat yang jauh dari sehat dan layak, yakni kandang kambing berukuran 3 x 5 meter. Namanya kandang, tentu tidak ada lantai semen apalagi keramik. Semua masih beralaskan tanah dan bila turun hujan tempat tinggalnya menjadi becek.

Tempat tidur Kakek Datam. Kandang milik Datam berada persis di pinggir sawah dan memiliki fungsii ganda. Selain untuk menampung kambing, juga difungsikan sebagai tempat tinggalnya. Sebuah papan dari asbes dipasang sebagai pembatas antara kandang dengan rumah, kalau boleh kita sebut itu rumah.

Di bagian teras kandang, terdapat beberapa ember berisi air. Selain untuk mandi, Datam setiap hari harus mencari air untuk minum dan memasak. Aktivitas dapur dan mandi inilah yang membuat kondisi lantai makin lembab.

Kakek Datam tinggal di kandang kambing seorang diri. Foto: Imam SuriptoBagian rumah kandang ini juga kondisinya sama, sangat lembab. Hal ini karena tidak ada ventilasi dan sinar matahari yang masuk. Semua dinding kandang ini tertutup plastik terpal sehingga tidak ada sinar dan udara yang masuk ruangan. Datam sengaja memasang plastik untuk menghalau udara dingin saat malam.

Di ruangan ini, terdapat alat masak dan tungku untuk membuat perapian. Masih dalam satu ruangan, ada satu juga meja berisi gelas dan beberapa buah piring serta teko, tempat air minum. Di sebelah meja, Datam memasang papan yang berfungsi sebagai dipan tempat tidur. Agar tidur sedikit lebih nyaman, sebuah kasur tipis dan bantal yang sudah usang digelar di atasnya.

Kondisinya jauh dari layak untuk ditinggali manusia. Foto: Imam SuriptoSelain kondisi rumah yang serba tidak sehat, bau dari kotoran kambing juga sangat menyengat. Namun apadaya, hanya tempat inilah yang ada saat ini untuk bisa bertahan hidup.

“Kula sampun biasa kados niki, dadose yang mboten napanapa (saya sudah biasa seperti ini, jadi yang tidak apaapa),” ujar Datam.

Kandang kambing ini ditempati sebagai rumah tinggal sudah belasan tahun lalu. Sulyono, Kades Geger Kunci, Kecamatan Songgom mengatakan, Datam pernah menikah dua kali, yakni dengan Taswi pada tahun 1966.

Pada pernikahan pertama ini mereka sempat memilikii rumah pribadi. Namun pada tahun 1990, musibah datang bertubitubi. Istrinya sering jatuh sakit dan butuh biaya pengobatan. Datam akhirnya memutuskan untuk menjual rumah keluarga untuk membiayai pengobatan.

“Taswi meninggal tahun 1990,” ujar Kades Geger Kunci.

Pada tahun yang sama, tidak lama setelah Taswi meninggal, Datam menikah untuk kali keduanya. Pria kelahiran Desa Kendawa, Kecamatan Larangan ini mendapatkan wanita bernama Patriah. Namun pernikahan keduanya kandas. Keduanya bercerai dan menjalani hidup sendirisendiri.

Perkakas rumah tangga tua dan lusuh ada di dalam kandang kambing ini. Foto: Imam SuriptoSejak bercerai itulah, Datam tidak memiliki tempat tinggal. Dia memanfaatkan kandang kambing sebagai rumah tinggal. Selama menjalani pekerjaan sebagai peternak kambing, dia berhasil menabung dan membeli tanah. Namun impian untuk membangun rumah di atas tanah miliknya hingga kini belum direalisasikan.

Hingga saat ini Datam masih menjalani profesi sebagai peternak kambing. Hanya saja kondisi fisik sudah tidak memungkinkan bekerja seperti pada puluhan tahun silam.

Kini dia hanya memelihara delapan ekor kambing, empat ekor di antaranya milik orang lain, dan empat lainnya milik sendiri.