Bapak Bunuh Anak Kandung, Polisi: Korban Ngamuk Tak Diberi Uang

Ahmad Kohir (45) membunuh anak kandungnya sendiri Mohamad Aziz (17). Pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa jengkel terhadap tingkah laku si anak yang sering menganiaya ibu dan adiknya.

“Motif tersangka melakukan pembunuhan karena melihat anaknya itu ndugal atau nakal. Sering memukul ibu dan dua adiknya kalau saat minta uang tidak diberi,” ujar Kapolres Magetan AKBP Muslimin saat di hubungi detikcom Selasa (6/3/2018).

Selama ini, Aziz yang pengangguran itu sering meminta uang kepada ibu dan bapaknya. Bila tidak diberi, Aziz akan mengamuk dengan menyakiti ibu dan adiknya. Hal itu kembali terjadi kemarin. Aziz mengamuk karena tak diberi uang oleh ayahnya yang hanya pekerja serabutan.

Kohir dan Aziz pun cekcok. Tak ada ibu dan adik Aziz di rumah karena mereka sedang mengungsi ke rumah keluarga yang lain. Mereka sengaja mengungsi karena mereka ketakutan dengan sikap Aziz yang sering mengamuk bila tak diberi uang.

Cekcok itu berubah menjadi perkelahian. Aziz akhirnya tewas setelah kepalanya dipukul menggunakan palu oleh ayahnya. Setelah melihat hasil perbuatannya, Kohir segera menyerahkan diri ke kantor desa.

“Jadi sebelum pembunuhan memang keduanya cekcok. Pemicunya seperti biasa minta uang, karena ayahnya ndak punya, terus marah,” kata Muslimin.

Muslimin mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Pemberatan kepada tersangka karena mengakui menghabisi nyawa anaknya yang masih di bawah umur.

Pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 80 Undang-undang perlindungan anak dan pasal 44 Undang-undang RI tahun 2004 mengenai penghapusan KDRT. Pelaku terancam 20 tahun penjara atau seumur hidup. Dalam dalam waktu dekat akan dilakukan rekonstruksi di TKP untuk mengungkap secara detail kasusnya.

Ahmad Kohir (45) membunuh anaknya sendiri Mohamad Aziz (16) pada Senin (5/3/2018) pukul 08.30 WIB. Korban meninggal akibat dipukul dengan palu. Setelah membunuh anaknya, Kohir segera menyerahkan diri ke kantor desa. Saat kejadian, Kamirah (45) istri pelaku memang tidak berada di rumah. Kamirah mengungsi sejak Rabu (28/3/2018) ke rumah kakaknya bernama Sutijah bersama kedua anaknya Muhamad Hasan (10) dan Dewi Nurhayati (7). Mereka mengungsi lantaran ketakutan akibat korban yang sering mengamuk jika tak diberi uang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *