Banner Etika Mahasiswa Menghubungi Dosen di UGM Dipasang Awal Tahun

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengatur etika mahasiswanya saat menghubungi dosen. Aturan tersebut terpasang di banner samping pintu masuk departemen.

Sekretaris Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM, Hanung Adi Nugroho, mengatakan pihaknya sengaja memasang banner tersebut. Banner berisi etika mahasiswa menghubungi dosen ini mulai terpasang sejak awal tahun.

“Pemasangan itu kalau tepatnya ya mungkin awal-awal tahun ini,” jelas Hanung saat ditemui detikcom di ruangannya, Senin (12/3/2018).

Hanung menerangkan, sebenarnya aturan etika mahasiswa dalam menghubungi dosen di departemen bukanlah hal baru. Sebab, sebelum ada aturan tertulis pihaknya telah menyosialisasikan aturan serupa secara lisan ke para mahasiswa.

“Sebenarnya (banner) tidak dipasang pun sudah kita sosialisasikan, kita berikan diawal materi. Bahkan beberapa dosen di mata kuliah juga menyinggung hal itu juga, karena ini berkaitan dengan softskill,” jabarnya.

“Kalau yang resmi dipasang di sini supaya sosialisasinya lebih bagus, lebih mengena. Intinya kalau sering baca, ya sama kayak iklan karena sering muncul, kita sering melihat, akhirnya lama-lama hafal sendiri,” lanjutnya.

Selanjutnya, Hanung menerangkan ada beberapa titik tempat pemasangan banner etika mahasiswa menghubungi dosen. Namun dia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah banner yang dipasang pihak departemen.

“(Jumlah banner) saya tidak tahu. Karena itu bagian dari aset, sarana dan prasarana,” paparnya.

Selain aturan etika mahasiswa menghubungi dosen, Hanung menjelaskan sebenarnya masih banyak hal lainnya yang diatur oleh pihak Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM. Di antaranya larangan merokok di kampus.

Kemudian ada larangan memakai sandal atau sepatu sandal, memakai kaos tanpa kerah, memakai celana sobek dan memakai pakaian tidak sopan. Lalu, departemen juga melarang mahasiswanya membawa minuman di laboratorium.

“Memang tidak boleh makan, tidak boleh minum (di laboratorium). Kalau tumpah atau apa (ada) listrik (berbahaya). Aturan-aturan yang seperti itu kita buat dan kita sosialisasikan. Karena aturan yang baik memang coba dikondisikan di tempat kami,” tutupnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *