Banjir Kritikan Soal Masa Jabatan Presiden, Ini yang Dilakukan China

Langkah Partai Komunis China menghapus batasan masa jabatan Presiden Xi Jinping disambut kritikan oleh publik, khususnya melalui media sosial. Otoritas China pun berusaha meredam kritikan-kritikan yang muncul.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/2/2018), Partai Komunis China membuat publik terkejut dengan mengajukan rancangan amandemen Konstitusi untuk menghapus batasan dua periode bagi Presiden China. Hal ini jelas membuka jalan bagi Presiden Xi untuk menjabat lebih lama, bahkan seumur hidup.

Langkah ini memicu banyak kritikan hingga membuat otoritas penyensoran di China langsung beraksi. Komentar-komentar bernada kritis di media sosial diblokir. Namun para pengguna Weibo terus menyuarakan kritikan mereka hingga Selasa (27/2) waktu setempat, atau dua hari usai pengumuman rencana amandemen Konstitusi China itu.

“Sungguh menyedihkan, kita memiliki 1,3 miliar penduduk, tidak ada yang bisa melawan,” sebut seorang pengguna Weibo dalam komentarnya.

Komentar lainnya via Weibo menyinggung soal kurangnya reformasi politik di China. “Saya pernah meyakini bahwa saya bisa melihat seorang presiden yang dipilih oleh satu orang, satu suara di kehidupan saya,” ucapnya.

Otoritas penyensoran China memblokir sejumlah kata, seperti ‘saya menolak’, ‘dinyatakan sebagai raja’, ‘sistem masa jabatan’, dan ‘Winnie the Pooh’ — karakter kartun beruang yang sering dibandingkan dengan Presiden Xi.

Rancangan amandemen itu rencananya akan diratifikasi oleh parlemen China yang disebut Kongres Rakyat Nasional (NPC) dalam sidang tahunan yang digelar Maret mendatang. Untuk meredam kritikan, media-media nasional China merilis editorial yang isinya memuji rancangan amandemen yang diajukan oleh Komisi Pusat Partai Komunis China itu.

Surat kabar China Daily menyebut keputusan partai itu diperlukan untuk menyempurnakan ‘sistem kepemimpinan Partai (Komunis) dan Negara’. Disebutkan juga oleh China Daily, Partai Komunis selalu mengajukan amandemen yang ‘menyuntikkan gagasan dan konsep baru soal ke mana arah negara dan bagaimana negara mencapai tujuan peremajaan dan memastikan rakyat menjalani kehidupan lebih bahagia’.

Surat kabar nasionalis China lainnya, The Global Times, memuji amandemen itu dalam editorial berjudul ‘Perubahan Konstitusi menanggapi era baru’. Dalam editorialnya, The Global Times bahkan menyinggung sistem politik Amerika Serikat dan Eropa.

“Itu (sistem politik Barat) dibentuk dan dipengaruhi oleh sedikit pola pikiran rakyat China. Tapi beberapa bagian penting dari sistem nilai Barat telah runtuh. Demokrasi, yang dijajaki dan dipraktikkan masyarakat Barat selama ratusan tahun, kini menjadi borok,” tulis The Global Times.

“China tidak bisa berhenti dan beristirahat … Negara kita tidak bisa diganggu oleh dunia luar atau kehilangan kepercayaan diri, sementara Barat semakin mewaspadai China,” imbuh editorial itu.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *